4.8.16

A long story about my muse.

Sebenernya udah lama mau nulis tentang ini tapi gatau cara nulisnya gimana. Hmm...
So yup, hi. Hari ini pengen cerita soal muse gue. More like.. orang yang hampir 3 tahun ke belakang selalu jadi orang yang berada di kepala gue, sadar gak sadar, dan selalu jadi pelarian gue kalo gatau lagi mau nanya tentang be it masalah hidup or even galau jurusan.

Ngomongnya kayak yang kenal deket ye, padahal mah... Yaaa buat temen-temen deket gue pasti langsung tau deh siapa. Muse gue yang lahir bulan Februari, yang bahkan di hp gue sampe gue bikin 1 folder sendiri buat nyimpen foto-foto dia, yang in the end notice gue dan.... jadi temenan.  Yup, temenan. Bahkan gue sendiri gatau gimana ngedeskripsiinnya.

Hey, hi, ao, hi. Ugh.
gue ga bakal sebut namanya siapa sih, but pasti hampir semua orang tau dia siapa. ga juga deng. Hehehe. Pertama tau dia dari answeran presiden askfm. Langsung tertarik banget-banget-banget sama cara dia answer pertanyaan, background hidupnya, dan segala macem. Circa 2013-an lah, jamannya dia belum terlalu femes dan masih jawab answer dengan nawaitu. Literally everything yang bikin gue pusing gue tanya ke dia. Rekomen film, musik, Liverpool, bahkan how to overcome broken hearts. Tiap hari gue ga pernah absen scrolling timeline dia, sampe akhirnya suatu sore.....

hahahahaha he asked me a question! Sebenernya itu bukan kali pertama dia notice gue... Long long ago before dia notice gue di snapchat dan kita pernah snapchatan sampe nama gue muncul di bestfriendnya dia hehehehe meyjeyk. Gue lupa kapan pertama kali dia notice gue dan mulai manggil gue pake "Ta" setiap dia answer question gue.

Pertama ketemu dia Desember. Nonton Feast. Sebelum Feast manggung, gue sempet liat di makan dan ngobrol sama tetehnya, gue gemeteran asdfghjlddsalfhaslkjfsah gatau harus gimana. He frickin stood behind me. Ohiya, gue emang udah kenal sama bassistnya feast karena dengan sebuah ketidaksengajaan gue dipertemukan di salah satu grup buat instameet gitu. Sungguh semesta itu baik. Gue nonton mereka manggung dan bersama teman gig paling terkenal di skenanya alias vino, gue berhasil dapet setlist dan menyusup ke backstage hehehhee.



Gue lupa persisnya gimana yang jelas, he called my name and said "akhirnya ketemu juga ya" or something like that. Gue banyak ngobrol sih, ditawarin makanan minuman and yup everything went very lovely that night.

From a stranger to a friend even in Path. Awalnya gue ga berani ngeadd karena gue tau dia tipe orang yang bener-bener ngebatasin privasi, eh taunya diaccept dan gila gue seneng banget sih.... Bahkan dia ngekepoin path gue sampe setaun ke belakang gitu hahahahahaha ngapain dah lu bas.

"Bas, lagi sibuk?" "Lagi nyetir sih ini, ada apa neng?" "Pengen minta pendapat... If you were given a chance to study management in unpad or psychology in ui, which one would you choose?"

Iya, gue nanya pilihan hidup yang cukup besar ke orang ga dikenal ini. A stranger. Yang buat gue bukan stranger, again, he's my muse.

he chose psychology, and seperti seorang dia, his logical reason drove me here, in the path i'm walking now.
Gue juga ngucapin makasih ke dia setelah gue buka hasil snmptn gue.

Masih banyak banget hal tentang dia yang ugh i can't tell because i just don't know how.

mungkin ini kali ya, kerandoman yang terjadi beberapa hari lalu ke gue, saat ada kumpul kecil-kecilan psikologi. "Lit, elo yang temennya baskara itu bukan sih?" "Haaaaah? Bukan temen, kenal-kenal doang, hehehe" Gue shock. Out of nowhere ada yang ngomong gitu. Gue kira selama ini gue ngobrol di pagenya dia gaada yang notice gue.

Not only he brouhgt me answers to all of my unanswered questions... He brought me friends, acquintances, and deeper understanding of life.

Thanks to you, Bas.

long live.

10:24

Tidak ada komentar:

Posting Komentar