Aku tidak pandai menyimpan rahasia,
apalagi tentang perasaanku padamu yang seharusnya tak diketahui oleh sesiapa.
Tapi Tuhan tahu. Aku yang menyebut-nyebut namamu dalam doa. Lagipula aku tak berdaya, Ia maha tahu segalanya.
Angin tahu, aku yang membisikkan tentangmu padanya. Lagipula ia hanya terasa, tak bisa tersentuh apalagi berbicara. Ia hanya pendengar yang bijaksana.
Langit tahu. Aku yang mendeskripsikan keindahanmu padanya. Lagipula, langit hanya diam dan melihatku saja, ia menyambut ceritaku dengan senyum lembut dan tatapan yang menyenangkan.
Matahari suka mencuri dengar. Kupikir tidak apa, kehangatannya menenangkan. Tanpanya, hari-harimu kelabu... aku tidak ingin itu.
Bulan pun minta diberitakan.
Kupikir tidak apa, ia bisa mencerahkan gelapku yang tidak terpecahkan.
Katanya, memang jatuh cinta padamu itu gaduh bagai gemuruh,
tidak bisa diam-diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar