2.11.22

eternal love.

If all goes well, this month will be my 11th month (officially), with Bahri.
Funny because it's actually the third year of knowing him, for me.

If I go back to meet my old self, I would've never believed me. I still can't believe either.
Rasanya masih surreal sih kalo ngebayangin effort kita buat satu sama lain, nerima kekurangan satu sama lain, berubah untuk satu sama lain.. constantly evolving to be better for each other. Meskipun pasti masih ada-ada aja berantemnya, tapi aku bersyukur at the end of the day (week, to be exact) I'm so happy I got to be the one hugging you.

Yesterday I fell in love with you all over again.
With the way you always find words that make me laugh out loud.
With the little things you remember; like the way you politely offer your seat on the left side for me.
Because you remembered.

For all the things I told and never thought anyone would remember; you did. you do.
How cute it was when you excitedly told me that the neighbor was listening to Phoebe Bridgers;
because even if you don't really dig her music; you know damn well how I love her.

And one of my favorites;
how you lean your head to the left whenever I put my head on your shoulder.

I love you Rahadian,
I will always do.

4.7.22

Mungkin yang belum disadari, kata mencintai itu lebih dari sekedar sepenggal kata kerja.
Tidak adil rasanya mendefinisikan kata mencintai hanya dengan frase "memberikan kasih sayang" (KBBI, 2016);

Karena saya rasa, dibaliknya terkandung makna dan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Satu perangkat.
Seperti; mempelajari dan mendalami diri masing-masing,
menerima dan memaafkan kesalahan yang pasti ada saja di hari-hari ke depan,
mempertimbangkan pandangan satu sama lain,
mendengar, mendengar, mendengar, lalu baru berbicara,

dan hingga pada akhirnya terus-menerus memberikan kasih sayang meskipun, bukan hanya karena.

semoga aku dan kamu mampu, dan mau,
menempuh jalan yang tidak akan selalu beraspal rapi tak ternoda,
tetapi yang juga becek berlumpur dan tanpa tanda-tanda.

aku, mencintai kamu.

24.6.22

do we all have the liberation to define, what defines us? I once said to someone, that our work shouldn't define who we are; that our failure in works don't mean a failure in life. But who am I to say that? I think it's completely fine if someone wants to base their personality off of their works.

If my personality isn't revolve around my work, then what is it made of? My passion? as if I have one. My hobbies? Watching nonsense on Netflix, sleeping, playing some sports? Nah, those are just the things I do to fill up the days.

Then what makes up my personality? what makes up yours?

12.6.22

Semoga hidup kita selalu dipenuhi kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana.

Seperti punggungmu yang naik turun -- terkadang disusul dengan suara dengkurmu yang halus.
aku menemukan tenang dari sana.
seperti hening yang diisi udara dingin malam dan kerlip lampu ratusan mobil di kejauhan,
kemudian telapak tanganku dan telapak tanganmu yang seolah sudah tahu kemana harus pulang.

aku dan keinginanku untuk mengabadikan pencapaian-pencapaian kecil di hidup kita;
pertama kali bermain senapan palsu di Kuningan,
photobox pertama kita di tempat makanan Meksiko,
aku yang menyaksikanmu pertama kali bermain drum dan memainkan beberapa lagu,
mobil pertamamu yang terparkir di depan rumah sahabat lamaku.

aku ingin terus berada di sana
menjadi seseorang yang berada di sampingmu saat kamu banyak melakukan hal-hal baru; 
pun tetap berada di sana ketika kamu merasa tidak kemana-mana. 
melalui kesulitan dengan mencari alasan untuk tertawa -- mungkin acara podcast favorit kita, episode serial tv jaman dahulu favorit kamu, atau cerita-cerita acak yang terlintas di kepalaku.
melalui kemudahan dengan bergandengan tangan denganmu, menjadi saksi bahwa kita berdua saja adalah cukup.

Semoga hidup kita selalu dipenuhi kebahagiaan,
dari hal yang sederhana,
dari hal yang kecil,
dari hal yang besar,
dari hal yang biasa,
dari hal yang tidak.

aamiin.


untuk kamu yang paling aku sayang.

5.5.22

 


Plus,
I know whatever happens to me,
I know it's for the better

I know it's for the better
Know it's for the better
Know it's for the better
Know it's for the better,

I know it's for the better.

17.4.22

 i want to live inside your hug, beneath your arms, forever
want to listen to your heart beating in and out of time
want to smell your perfume off your body

i want to get drown in your brown eyes everyday, for the rest of my life

10.4.22

Nobody knows, that every night
before I sleep,

yours is the last name that my mouth mentioned
yours is the last face that my brain pictured
yours is the last voice my ears longed to hear
yours are the last pair of eyes, that I wish I could look at before I close mine.

And if there's the slightest chance,
you don't feel the same way about me,
it's fine

because loving you is one of the main purpose God gave me
when he blew a soul into my body.

and I'm sorry 
if I'm still learning to find the correct way
each and every day

but I love you.
and to keep doing it,
is a pleasure that I would do and re-do
over and over again.

15.3.22

Mau menyampaikan terima kasih untuk banyak hal, tapi utamanya diri sendiri dulu karena udah berani ambil banyak keputusan dalam waktu yang cukup singkat. walaupun perlu banyak pertimbangan dari banyak orang pula, in the end everything is up to me. Dan bangga sekaliii rasanya sama diri sendiri, *self hug*!

Walaupun semuanya masih ga pasti, yang jelas the road is paved with so many lightsss (semoga!) yuk bisa yuk semangat dan ngasih yang terbaik, it's been your dream Lit, to strengthen a startup company.

Mau makasih juga buat Bahri, karena kamu aku jadi semangat buat hidup lagi. Jadi semangat buat bertemu besok-besok-besok karena inget aku punya seseorang yang sayang sama aku (bener kan? bener lah masa enggak), aku punya seseorang yang mau nurutin ke-bm-an aku nyobain a b c d e f g, menyenangkan sekaliii sama kamuuu. Makasih Tuhaaan udah kasih aku kesempatan buat sama Bahri lagi! Makasih juga Bahri udah sabar terus sama aku (aku juga sabar terus kok sama kamu wlee).

Hehe!!!

7.3.22

Rahadian,

your head on my shoulder; our hands intertwined, like it's the end of the time
and we won't let go of each other.

I love you as the lights flicker in front of us, playing god know what movie again because you know I love watching them.

I love you as Jakarta's night wind caresses our smiling faces, I close my eyes as I listened to your never-ending story of life.

I love you as we eat whatever good food it is you want to show me or I want you to try, I love you as I took a bite of your food and you mine.

I love you as you hold me closer to you just to hug me before we go, or before I go, even I love you after that.

You're the softness in the world of hard things, and I thank god you're mine.

5.3.22

I wish I was dancing and kissing you to this song right now

 


"But for now, I'll just say I love you.
Nothing more seems important somehow,
And tomorrow can wait, come whatever
Let me love you forever..
but right now..
Some fine day when we go walking,
We'll take time for idle talking
Sharing every feeling as we watch each other smile
I'll hold your hand, you'll hold my hand
We'll say things we never had planned.
Then we'll get to know each other, in a little while
But for now, let me say I love you, Rahadian
Later on there'll be time for so much more
But for now meaning now and forever
Let me kiss you my darling, then once more."

17.2.22

a transcript from a dear friend, a ground to stand everytime I crumble.

28/08/21.

"gue nih ya kak, kalo ngeliat lo tuh.. ini bukan mau menyanjung lo atau menyenangkan hati lo yaa.. ini bener-bener murni pendapat netral gue. umm.. lo tuh bener-bener salah satu orang yang menurut gue... bisa dibilang jenius? gatau sih jenius apa engga.. yang gue liat sih lo bener-bener orang yang dari cara ngomong tuh, lo itu orang yang ilmunya penuh banget di otak lo itu. wawasan lo tentang.. apapun itu, tentang bola, tentang musik, tentang film, tentang lukisan.. kayak lo tuh, tau semua hal yang gue anggap keren. 

meskipun gue ga tau tentang semua hal itu, cuma gue ngeliatnya sangat-sangat keren.. dan selain itu, yang tadi. dari cara ngomong lo yang, bener-bener lo tuh padet banget isi kepalanya, umm.. lo lulus 3,5 tahun di psikologi UI, cum laude, itu bener-bener wow banget dari pandangan gue. terus juga, umm.. pengalaman lo, lo pernah internship di Big 4, internship di Sun Eater, yang mana gue kebetulan suka sama salah satu talentnya. 

terus... apa ya, jarang sih menurut gue, umm.. cewek yang valuable... perempuan yang valuenya setinggi lo. menurut gue lo keren banget... terus juga kalo gue nyeritain sesuatu, keliatan lo tuh cepet banget nangkepnya. gue ngerasa, lo tuh punya empati buat apa yang gue ceritain, selain cuma ngerti. 

umm.. jadi.. dari semua hal-hal yang menurut gue keren banget dari lo ini, hal-hal yang tadi tuh, yang lo ngerasa capek, lo nangis, itu hal yang wajar.. karena gue tau sebenernya tuh lo mampu... cuma mungkin belum saatnya lo bisa terbiasa dengan semua itu. semoga, cuma masalah waktu aja buat lo terbiasa sama pressure-pressure lo di kantor ini. pasti ada waktunya lo bisa terbiasa sama kantor lo ini."

15.2.22

Malam adalah bagian dari hari yang paling kutunggu-tunggu.
Setelah siang yang panjang, 
mendengar suaramu adalah sebaik-baiknya cara untuk menutup hari.
Kalau kamu belum tahu, (menurutku ini aneh, sih)
tapi setiap kali kamu tertawa, segala hal yang keluar dari mulutmu, aku suka.

5.2.22

Embun

Ingin kucari dan kutemui, seluruh Alita dari seluruh dunia paralel yang sedang berjalan dan bernafas di detik ini juga.
Akan kuminta mereka mencari dan menemukan, Rahadian Bahri -- Rahadian Bahri di dunia mereka sendiri.

Manusia yang tawanya penuh,
peluknya nyaman,
tubuhnya hangat,
dan keberadaannya membuatmu merasa aman.

Bahri, terima kasih, telah kembali dengan versi kamu yang jauh lebih baik,
jauh lebih mudah disayangi. Terima kasih.

Alita, terima kasih sudah mau kembali belajar percaya. pelajaran yang sejak dulu sangat sulit untukmu, nilainya remedial terus. semoga bisa terus tetap menjadi lebih baik.

1 malam ini akan menjadi memori yang terpatri kuat di kepalaku, sampai kapanpun nanti.
rasanya semua masalahku untuk sementara waktu hilang, yang ada hanya kamu, aku, cerita-cerita yang tidak pernah habis dan tawa-tawa lepas. kemudian ciuman-ciuman dan pelukan yang panjang.

Aku sayang kamu. menyenangkan sekali, menyayangimu.

30.1.22

17.1.22

^-^

 


"And how will I know
If history repeats itself?
How will I know
When it's gonna come back around?
How will I know?
Has my faced changed, baby?
How will I know?
I'll stay ready 
for you to take me, take me, 
take me take me"

3.1.22

Lately I've been feeling so confused -- like living in constant limbo.
The sky looks grey, no matter which day.
bingung harus apa, harus ngapain, mau apa.
always feeling like i'm not enough to achieve anything, or to even start pursuing anything.

capek juga punya tendensi self-sabotaging yang kenceng banget.
maybe that's why I can't seem to plan and see ahead, karena udah keburu ngerasa ga bakal mampu dan ga suka berencana.