12.12.18

Rasuk telah,
dan akan selalu,
menjadi bagian penting dari diri saya.

Begitu pula Remedy,
dan The Trees and The Wild.

terima kasih sudah mau tumbuh bersama.

13.11.18

don't worry mother your only son is a soldier.

hi. apakah siklusnya harus selalu kayak gini ya?
kalo lagi bermasalah sama masa sekarang, atau masa depan,
berpulangnya ke masa lalu dulu.
ke kamu.

mungkin segala ketidakpastian yang terletak di depan sana,
masih terlalu kuat untuk saya kalahkan.
saya masih selalu memilih untuk bertelungkup di pojok ruang,
sambil memejamkan mata dan menikmati kehangatan kehadiran kamu
yang dulu.

berbeda dengan masa depan,
masa lalu memiliki kualitas kepastian yang angkanya
bisa dibilang mencapai hampir seratus persen.
saya sudah tahu akhirannya seperti apa
selama apa perasaan itu berlangsung,
saya juga sudah tahu bahwa kita sebenarnya saling ada dan saling jatuh cinta

bersyukur saya punya kamu sebagai masa lalu saya, ra.
bersyukur saya pernah disayangi sebegitunya.
bersyukur saya pernah merasakan jatuh cinta sedalam-dalamnya,
hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja.
sepi yang paling menyakitkan


adalah


yang kau ciptakan


sendiri.

29.10.18

halo, been a while, sya


Tuhan bercanda lagi hari ini.
Ah, atau mungkin memang semesta yang ingin melihatku sesekali tertawa dan berbahagia. Terima kasih, aku senang kita bisa berbicara tentang hal-hal yang kita mengerti. dalam waktu kurang dari 10 menit, aku bisa mengenali kebiasaanmu. harus kuakui aku sedikit rindu tawamu, apalagi kita yang tidak berjarak. tangan kiriku dan tangan kananmu bahkan sempat beradu sejenak. hahahaha aku merasa bodoh. tapi semuanya worth it. balairung-psikologi gak pernah terasa sedekat itu.
----
mungkin udah terlalu lama gue mencoba memendam ini, sampe-sampe lupa gimana menyenangkannya ngobrol sama lo. gue berusaha keras supaya gak jadi too much, dan sedih sendiri jadinya. kenapa hal sesulit ini harus kejadian. hey, sya, mungkin gue udah gak kayak dulu yang setiap hari berdoa biar lo sadar ada gue, yang mau dengan ikhlas dengerin semua hal tentang lo. yang bahkan ketika ditanya "kenapa bisa suka sama sya?" cuma bisa geleng-geleng terus jawab "ya gatau, gue cuma suka aja." I treasure every second i talk to you. selalu menyenangkan, selalu membuat hari gue seketika jadi hari yang baik.pada akhirnya, mungkin berada di lantai 2 balkoni GBB, berdua sama lo, ketawa-ketawa, diem tapi sama-sama bahagia dalam diam masing-masing, akan jadi salah satu kenangan terbaik yang akan gue inget sampe tua nanti. aneh. aneh banget. mungkin juga habis ini gue akan mulai mendoakan kebahagiaan lo lagi sya. mendoakan segala hal yang bisa bikin ketawa lo yang naik turun itu ada terus. sya, semoga Tuhan banyak bercanda lagi ya.

18.10.18

kupikir, kamu masih berjalan dan bernafas di muka bumi saja, sudah sepatutnya kusyukuri.
Tuhan baik sekali sudah pernah memberiku kesempatan untuk mengenali orang sepertimu.
Sudah lama sekali rasanya. semoga kamu baik-baik saja.
sudah sepatutnya seperti itu, kamu orang baik.

bahagia selalu, z.

16.10.18

untuk nu.

some nights i just happen to realize,
i don't talk about you
like you put stars in the sky
nor like you saved me from myself.

i don't talk about you like i talk about past lovers
i don't talk about how we talk,
because in fact
we're so different
in so many aspects

some nights i just happen to realize.
how content i am when i'm with you
how the world conspires to be so kind and lovely
and how easy everything would be
when it's just you and me.

maybe it's not going to always be
about star wars and game of thrones
or friends and how i met your mother

maybe somewhere someday
i realize
it could be about how bad your day was
or as simple as talking about your family pictures.

15.10.18

as you grow, you grow

a week of hardships could bring me so many lessons;
like how far i've changed in terms of how i love.
gue sadar udah seberapa jauh gue jadi orang yang berbeda.
like i was a constant believer that i'm that easy to fall in love with details
shit, i don't know how it could put me in such disaster
gila kali ya.

26.7.18

day 20. A self-made heart break.


Day 20. 
I guess. 
we talked last night. 
for the first time. 
nah, i talked to you last night. weird it wasn't really the best feeling. maybe it's because i saw it coming?

anyway, i haven't got the chance to say.. thank you for existing?
because your existence alone could make me happy.
I just wish someday you got the chance to know it. 
That you made someone else happy.
This is weird. too weird. I should be doing my deadlines instead of mumbling nonsense words like this... you probably won't ever find out anyway. about this. about my feelings.

I'm a flawed human being, with worries and a non-stop working brain. I can't stay self-less. I'm not what i was back in senior high school when being a secret admirer was as easy as having an afternoon nap.

I like you. I really like every little thing about you. 
I really hope someday you'd notice,
I really hope someday you'll find out about this.

Dear God, just this once
will you please give us chance?

19.7.18

41.

Aku tidak pandai menyimpan rahasia,
apalagi tentang perasaanku padamu yang seharusnya tak diketahui oleh sesiapa.
Tapi Tuhan tahu. Aku yang menyebut-nyebut namamu dalam doa. Lagipula aku tak berdaya, Ia maha tahu segalanya.

Angin tahu, aku yang membisikkan tentangmu padanya. Lagipula ia hanya terasa, tak bisa tersentuh apalagi berbicara. Ia hanya pendengar yang bijaksana.

Langit tahu. Aku yang mendeskripsikan keindahanmu padanya. Lagipula, langit hanya diam dan melihatku saja, ia menyambut ceritaku dengan senyum lembut dan tatapan yang menyenangkan.

Matahari suka mencuri dengar. Kupikir tidak apa, kehangatannya menenangkan. Tanpanya, hari-harimu kelabu... aku tidak ingin itu.

Bulan pun minta diberitakan. 
Kupikir tidak apa, ia bisa mencerahkan gelapku yang tidak terpecahkan.
Katanya, memang jatuh cinta padamu itu gaduh bagai gemuruh,
tidak bisa diam-diam.

7.7.18

Too many lessons learned in such short notice


ternyata emang bener, kalo lamanya waktu gaada hubungannya sama seberapa banyak memori yang terbentuk, seberapa dalam perasaan yang nyangkut, seberapa jauh perjalanan yang dilalui.
sama orang-orang ini, gue menemukan banyak hal baru yang belum pernah gue rasa dan gue lalui sebelumnya. Call me names, but this is my first time and i'm not regretting even a second of it.
Kayak, dikasih hadiah sama Tuhan. Bisa bantu-bantu di acara yang tema-nya memang hal yang gue senangi. Hadiahnya masih berbonus-bonus pula, dikasih partner yang sesabar mutiara dan semenyenangkan Azis.

Rasanya masih surreal. Dan gak pengen selesai. Kenapa juga harus sebentar banget sih.. gue masih pengen ngerasain ngantuk-ngantukkan di kereta menuju Sudirman--terus seketika ngantuknya ilang pas udah kaki udah nginjek menara mandiri. Rasanya masih pengen jadi tiba-tiba sok inggris kalo kedatengan pembicara bule, hahahaha. Masih pengen curhat segala macemnya ke muti, masih pengen sharing insights sama CEO ter-humble sepanjang masa, azis. He.

Lagian susah sih gue dilahirin picky gini, mau volunteeran aja harus nyari yang sesuai interest gue dulu. lol. Tapi ya buktinya, perasaan gue masih kebawa sampe sekarang. sampe detik ini. Kan semua yang dikerjain secara ikhlas gabakal kerasa capeknya, ya kan?

Anyway, terima kasih buat eben dan irfan yang menjadi dua orang pertama yang gue kenal di TIA!

dan terima kasih Galang. Rasanya terakhir kali gue ngerasa suka-sukaan lucu gitu pas SMP deh, hehehehe. Kapan lagi cuma dimintain booklet doang gue naksirnya bisa sampe kebawa mimpi.

Semoga masih bisa ketemu banyak wajah yang sama di TIA Oktober nanti. sampai jumpa teman-teman.

22.5.18

Copeland, Coffee, and suddenly i miss you.


accidentally stumbled on  one of your favorite acoustic musician, Copeland.
still remember how happy you were to finally see them again, live in Bandung, few years ago
thought you wouldn't talk about it
but we found a way to keep each other
talking.

like how you always take a shower before going to sleep
no matter how late it is already.
like how you almost always
avoid eye contacts with people
but not me.

after everything, i'm still caught up in whatifs.
what if we worked out.

20.5.18


in many mornings, since February. your name is the first to popped up on my phone screen. and in many nights also, the talks about everything we like in common would likely accompany me to a good night sleep.

in many afternoons, i spent my time daydreaming about what's happening. About the intention. but in many afternoons also, i stopped myself from expecting.

in many evenings, we spent the day talking and watching our favorite movie. in many evenings also, i felt sad that we talk about so many things--but not talk about deeper things. 

in one particular midnight. we spent the weekend going to someplace afar. looking for our favorite books about dying superheroes. you know. that one particular midnight where the day seems like it refuses to end itself.

in one particular day, though, i played with your cats. watching your favorite episodes. met your mom. eating while laughing in your living room.

in the passing time, since i met you. i felt the vast emptiness inside me keep on growing. I know you but i don't know you.

20.4.18

Thursday, 19/4/18.


17.00
Now we're on the bed in your room,
and i'm about to fill her shoes
but you say no, you say no.
Did she take care of you?
or could i easily fill her shoes?
you say no, you say no.

18.30
sometimes silent things could scream the saddest truth, ain't it right.
like the king sized bed for two, in your mother's bedroom.
It was built for two. 
longing for two pair of eyes that gazed into each other deeply.
longing for the warmth of two lovers holding one and another,
but what i saw, in your mother's bedroom,
was a cold king sized bed meant for two.
your mother probably slept on the left side only.

16.00
the picture of you and your little brother, 
hanging on the upper side of the wall on your bedroom.
how it screams to me, 
was how it scares your mother when you're not around
and she's lonely, by her own.

19.00
we're broken
we're all broken
on our own.
the silence is deafening
i wish you could just talk to me about anything.
about how hurt your feeling was
when your world crumbled on your feet
and you're responsible for holding it together.

16.30
We're just inches away
and i smelled exactly just like you.
but why does everything feel so far away?
you're physically here, all here
but i know something isn't right
everything just isn't right.

17.4.18

salam perpisahan untuk gilang gibranthama saman.

 
buka bersama Squaregrapher, 2015.


Halo, Gilang, 
mungkin ini akan jadi terakhir kalinya aku menulis tentang dan untukmu. Mungkin.
Rasanya, melihat postinganmu minggu malam kemarin, benar-benar.... tidak bisa dideskripsikan. Kaget, senang, sedih, bener-bener bingung harus ngungkapinnya gimana. Aku yang biasanya banyak bicara, seketika benar-benar gatau harus ngejelasinnya gimana.

Kamu, akhirnya berani melangkah, jauh lebih jauh, jauh lebih tinggi, dan tanpa ragu-ragu. Mungkin untuk itu aku harus bangga, mungkin. 
Kamu yang dulu sudah barang tentu banyak berubah--ya kan?
Beberapa minggu ke belakang ini aku sering tiba-tiba terpikir tentangmu, 
meski sekelebat. Bukan rindu, aku pun masih tidak tahu mendeskripsikannya bagaimana. Hanya sedikit menginginkan waktu dapat diputar kembali, saat duniaku sesederhana menghabiskan malam minggu bersamamu menikmati kemacetan ibukota. Atau menyesap dua gelas kopi di kafe kesukaanmu, di tengah hiruk pikuknya Jakarta Selatan. Atau menemanimu meeting dengan rekan-rekan lamamu. Atau malam-malam yang dihabiskan menonton film di ruang tamu rumahku.

Gilang, aku pernah mencintaimu melebihi matahari. 
Menyayangimu melampaui sinar-sinarnya kepada bumi. 
Kita pernah saling berjanji dan mempercayai, 
setiap hari, di ujung malam, selalu ada satu sama lain yang menanti. 
Karena itu pula kita bertahan. 
Karena itu pula kita berjuang. 
Walaupun pada akhirnya kamu menyerah, 
dan kita sama-sama kalah.

Gilang, aku selalu tersenyum ketika ingat kamu menganggap aku salah satu manusia paling berpengaruh dalam hidupmu. Karena aku tidak bertepuk sebelah tangan. Kamu akan tetap jadi satu-satunya nama yang akan kuterimakasihi jika suatu saat nanti aku mampu berjabat tangan dengan Elon Musk. Kamu akan menjadi satu-satunya nama yang kuterimakasihi jika suatu saat nanti aku menyandang posisi CEO di perusahaan milikku sendiri.

Gilang, ini akan konyol.. tetapi terima kasih pernah mau menjadi Google, Wikipedia, Ask.FM, Reddit, dan Pitchfork pribadiku.

-------
 
Aku tidak tahu harus merasa apa, kecuali mungkin mencoba bahagia. Kamu pemberhentian paling penuh pelajaran, kita perasaan yang paling aku syukuri pernah kurasakan. Kamu manusia yang mampu mengubahku sampai dasar yang bahkan aku sendiri tidak mampu menjangkaunya. Kamu, seseorang yang selalu tahu apa yang harus dilakukan.

Terlalu banyak yang kulalui bersamamu.

pusat pariwisata Kota Kuala Lumpur, akhir 2015.
Malam di Kuala Lumpur, kamu yang tertidur di pundakku saat kita berada di sebuah kereta entah menuju mana. dan John Mayer bernyanyi di telinga kita.


Siang di Universiti Kebangsaan Malaysia. Makan siang bersama, keluargaku, dan keluargamu.

you will be my most favorite BBA ever.

Sore di kantor Gojek. Aku yang menjadi pusat perhatian, dan kamu yang menjadi bahan olok-olokan.
Dini hari, aku di kamarku dan kamu di mobilmu. Menangis. Aku yang menenangkan, dan kamu yang kehabisan kesabaran.

Sky Avenue 2015.
Sky Avenue, kamu yang kupaksa, dan alumni-alumni SMAmu yang banyak kau temui.
Atau premier Star Wars bersama teman-teman dekatmu.

Ulang tahunmu yang ke-22. Daitokyo Sakaba. Aku diantara teman-temanmu.
 
ini untukmu yang menangis ketika tahu ada aku di hari ulang tahunmu. Untukmu yang tidak pernah mendapat kejutan sepanjang seumur hidupmu.

-------------------

Jika saja waktu itu aku tidak bertanya tentangmu perihal semesta, dan kamu tidak jatuh pada ceritaku tentang apa saja. Kamu yang terburu-buru, dan aku yang naif. Anak SMA, dan seorang pekerja kantoran. 5 tahun. Tapi rasanya apapun denganmu terasa baik-baik saja.

makasih ya lang udah bikin aku jadi orang yang kayak gini, 
bener-bener nemuin dunia baru. Bener-bener jadi tau ini itu, jadi mau belajar lebih jauh, jadi pribadi yang lebih well-planned, bahkan aku jadi tau apa yang aku mau lakuin sebelum aku mati. Makasih udah ngenalin aku ke dunia start-up, semua cerita kamu dari 0, dari kamu resign perusahaan orang russia di malaysia, dari kamu baru join gojek nyariin tukang pijet sampe ke cgk jam 1 pagi, sampe jadi manager sampe jadi head sampe resign sampe akhirnya ngebangun perusahaan sendiri. Tunggu aku ngelakuin hal yang sama, ya? 

-------------------

Kamu manusia hebat. Dan betapa beruntungnya kamu menemukan penggantiku yang jauh, jauh lebih hebat. Mungkin suatu saat nanti kita masih bisa saling menyapa satu sama lain, saat tanah yang dipijak sudah debu-debu merah. 
Di Planet Mars, kita bertetangga. Dan anak-anakmu bisa bermain dengan anak-anakku. Kita masa lalu yang mampu biasa-biasa saja. 
Kamu manusia hebat. Dan pada akhirnya berani melangkah menuju salah satu tangga tertinggi di kehidupanmu. Bertahan. 
Aku malahan sedikit skeptis, tadinya, tapi rupanya salah. Aku salah besar.

Terima kasih untuk segala pelajarannya lang. untuk sementara aku pincang.


Teruntuk Gilang Gibranthama Saman. 
Aku doakan yang terbaik, semoga kamu bahagia selalu,
bersama wanita yang kamu pilih untuk menemanimu
sampai akhir hayatmu.

terima kasih untuk waktu terbaik yang pernah kurasakan seumur hidupku.

sekali lagi,
semoga kamu bahagia selalu.

--------------

dari wanita hujan kesukaanmu.
kamu dapat salam, dari Senja dan Gema.
Katanya, jangan lupa putar Di Beranda dan Pangeran Kecil di pesta pernikahanmu nanti. 

15.4.18

"Aku mulai sering berbicara pada diriku sendiri, hanya untuk memastikan ia tetap di sana. Masa lalu sering membuatnya lupa, kalau ada hari ini yang berarti. Masa depan selalu membuatnya risau, selalu saja ia menganggap hari ini adalah kesalahan yang ingin segera ia sudahi." -tjuandha

kesendirian seringkali membuatku lupa,
bahwa walau raga tertinggal tunggal,
rasa harusnya tak sama-sama tanggal.

malam yang dingin dan pekat, kurasa jauh lebih jahat
seperti sendiri-sendiri yang telah kulewati sebelumnya.

Sunday, 8/4/18.

Hey. 
Thank you for being here.
You're my midnight getaway,
my late night supper
after a long time.

To all the talks and the laughs,
to your sleepy eyes
to your grins and smiles,
i'm grateful.

Here's to having a late late dinner,
at a Mc Donalds joint,
at 02.00 AM in the morning.

you're the escape i've been looking for.
some nights you just happen to realize,
that even after all this time,
you're still broken.
funny how the heart can pull a joke like this.
it's been a year,
but why does it still feel like it was yesterday...

it wasn't supposed to be like this.
i should be happy seeing you happy.
you don't even need me from the very start.

3.4.18

everything in me is complicated, and weirdly, my defense mechanism seem to project the opposite. now that we're getting closer, i tend to simplify things. maybe this is good, i don't know, i'm sorry.
i just woke up this morning and realize that this isn't love, that i don't like you. i'm just lonely, that's it. i'm sorry, i'm sorry. let's work this up, arty.

4.3.18

still my favorite April.


Hi Ze.
It's been a long--very long while since we last met;
it was somewhen in May 2016 if i'm not mistaken?
Because the next meeting was unplanned and unexpected, i was with Gilang after all.

You're always on my mind since then.
Never left and never will.

Last night has been surreal for me, seeing you standing in front of me,
you caught me off guard, you really did.

Maybe it's just me, maybe it's all in my mind, or maybe it's because it was you..

though the fist meeting was short and i didn't even know if you noticed it was me or not,
i'm glad that god gave me another chance to meet and talk to you,
you were alone at the back of the crowd, nothing new.
If you'd only knew, i was shaking, gathering words and courage just to walk myself up to you.

"Hi Ze, sama siapa?" a stupid question for i knew you came with Momo.
"Eh, sama Momo tadi"
your smile is the kind of smile that could make me fall in love with Rossi so instantly.

Isn't it sad and wonderful at the same time,
to know that i haven't changed even a bit, after everything i've been through?

At times i think that the very existence of me annoy you,
that i'm of no important to your life.
But not last night,
i just want you to understand that you too could make an impact on someone,
other than her, Ze.

that there'll always be someone who can accept you just the way you are,
the personality that you bear. Without you have to change anything about it.

Ze, i hope meeting me left something on you.
Just like what you did on me.

I'm happy that you seem to have been put together;
and if last night was the last time i saw you, i'm so thankful for it.                                                                                                                                                                                  

28.2.18

aarkh,

comparing me to your so-called best friend?
best friend? you can kiss my ass.

congratulations on your first valentine love playlist.