Terkadang, saya merasa kemarahan dan kekecewaan adalah dua bayi kembar
yang berteriakan menangis karena kehausan,
atau entah karena mencari perhatian.
Jika keduanya dimuntahkan, sama-sama memekakkan.
Memusingkan.
Dan kesedihan adalah rasa kelaparan dalam perut anak-anak terlantar di pinggir jalan.
Yang menggerogotimu dari dalam secara perlahan.
Sama, ia meronta, meminta diperhatikan.
Tangisi sajalah, paling hanya membengkakkan.
Walau sama memusingkan.
Kebahagiaan adalah rerintik hujan yang muncul perlahan lalu deras kemudian.
sampai akhirnya kamu memutuskan membuka payung dan memilih pulang.
25.9.15
15.9.15
A non-existent conversation i've just had in my head.
"Hello sunshine, or what's your name today? Well, you look so graceful, but I'm not faithful..
Do you really want to be with me?"
- I wasn't sunshine at all.
"Hello summer, or should I say goodbye? Well, it's been so long but I'm still thinking..
If its worth another try?"
If its worth another try?"
- He...llo? It was really worth it, I wished it lasted longer.
"Well I've got a lot to talk about if you still want to listen, or if you even care."
- You were always a talkative you. I would've listened to every word you said, believe me, I cared.
"I'm just trying to find my place in this world and I know, it's not so right to feel this way about a girl."
- Me too. Our axis aligned somehow. What was so wrong about it?
"But if you stay, or if you go, I'm right there with you, but you know that I'm looking for more than a pretty smile.. and, if I'm lucky, you can stay for a while. But if you stay or if you go, I'm just hanging on again."
- :)
"Hello stranger, we haven't had a past, but now I learn so much; time's gone by so fast."
- Did you realize that time expands everytime we're together? I love spending my hours with you.
"I love to say that I'm so glad I found my place in this world, and it's alright to feel this way about a girl."
- me too.
"Now if you stay or if you go, I'm just hanging on again."
10.9.15
"What is bad for your heart is good for your art."
Jika susunan kata diatas adalah berhala, saya penyembah paling setianya.
entah, saya memang seperti ini.
baru produktif berkarya malah ketika sedang terluka.
mengerti, kan, kenapa dinamakan "happy ending"?
Bukan, bukan karena memang sudah ending.
Penulisnya gatau, apa yang harus dituliskan begitu muara suatu cerita sudah terhenti di titik bahagia.
Bahagia bukan berarti stagnansi, hanya saja, ritme yang semenjak dulu dibangun, sudah jadi lebih teratur.
Ritme yang fluktuasinya seperti detak jantung atlet yang sehabis lari, berganti menjadi detak jantung orang yang hampir mati.
Bahagia itu menyenangkan, dan tentunya menenangkan.
Hidup bagai berjalan di atas garis lurus yang langkahnya tegap dan pasti, tidak takut tergoyah angin.
Dan saya akui, saya bahagia.
Jika kamu merupakan salah satu orang terdekat saya, yang sering saya rutuki ketika kesal karena semalam beradu mulut dengannya,
percayalah,
saya tidak pernah sepenuhnya emosi kepadanya.
Saya tidak mau menjadi bodoh dan menyesal nantinya.
Saya tidak tahu apakah pada akhirnya, dia satu-satunya,
tetapi, untuk saat ini, saya hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Jika susunan kata diatas adalah berhala, saya penyembah paling setianya.
entah, saya memang seperti ini.
baru produktif berkarya malah ketika sedang terluka.
mengerti, kan, kenapa dinamakan "happy ending"?
Bukan, bukan karena memang sudah ending.
Penulisnya gatau, apa yang harus dituliskan begitu muara suatu cerita sudah terhenti di titik bahagia.
Bahagia bukan berarti stagnansi, hanya saja, ritme yang semenjak dulu dibangun, sudah jadi lebih teratur.
Ritme yang fluktuasinya seperti detak jantung atlet yang sehabis lari, berganti menjadi detak jantung orang yang hampir mati.
Bahagia itu menyenangkan, dan tentunya menenangkan.
Hidup bagai berjalan di atas garis lurus yang langkahnya tegap dan pasti, tidak takut tergoyah angin.
Dan saya akui, saya bahagia.
Jika kamu merupakan salah satu orang terdekat saya, yang sering saya rutuki ketika kesal karena semalam beradu mulut dengannya,
percayalah,
saya tidak pernah sepenuhnya emosi kepadanya.
Saya tidak mau menjadi bodoh dan menyesal nantinya.
Saya tidak tahu apakah pada akhirnya, dia satu-satunya,
tetapi, untuk saat ini, saya hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

