19.7.17

Turnover.



Been more than 2 years since i went to a punk-ish gig, i guess? I can't even put in words how happy i was that i got to spend my weekend watching Turnover in Rossi, Fatmawati. Berangkat nekat, tadinya mau sendirian eeeeh nemu temen! thanks for accompanying me from Bogor, Fandi dan Abi. Kenal Fandi karena beberapa kali tulisan gue dipake di websitenya dia, a good guy.

Sampe di Rossi sekitar jam 3an, sedangkan open gate jam 6. Awalnya mati gaya, soalnya cuma berdua sama Abi (Fandi Grabnya nyasar...) dan dia sangat pendiem jadi gue gabisa bawel-bawel banget :( ini sepatunya Abi, dan stiker pintu depan Rossi.



akhirnya Fandi dan temen-temen Fandi dateng... yang ternyata ada beberapa yang gue kenal juga. Jadi lah berkumpul turnover cabang Kota Bogor!
Joni, Bimo, Rivat, Reggy, dan Satria!

gak apal, kebanyakan....
Keseruan ngobrol ini itu di parkiran depan. Dari mulai selera musik masing-masing, ngecengin adeknya Joni (yang baru lulus SD udah sok sokan minum carlsberg lol), ngomongin orang lewat, sharing ini itu, seru sekali! Alita selalu suka kenalan sama orang baru, siapapun dan dari latar belakang apapun. 
difoto oleh Fajrin. Ini juga bisa jadi bukti kalo malem itu Vans banyak banget gila.

Sepatu gue dan sepatu Fandi. Gatau, lucu aja...
Setelah nunggu Joni kelamaan ga dapet-dapet tiket, naik lah tuh duluan gue, Abi, Fandi, Fajrin. Ngejar eleventwelfth. Dan asli seru banget sih :( tetap favorit gue Your Head As My Favorite Bookstore!
kalo kata Kessa (gitarisnya) nama band doi disingkat jadi 11/12.
Pas Killed, bertiga turun nyari udara. Dan jam 10, Turnover main! Gue ga nyangka lagu pertama langsung Cutting My Fingers Off waaaaaa senang sekali :( bener-bener nyanyi sampe bego. Terakhir begitu pas The Story So Far :')


thanks for making my whole month in advance, guys.
i owe you all.
All photos taken by Fujifilm Disposable Fashion 400

10.7.17

been a year or more.




Tell me all your fear,
it's nothing compared to how it feels.
When you slowly fade, won't you stand by me?
Cause what I see is that you're denying,

all the things we meant to be.

It's the perfect cold weather
I just wonder where you were?
It's the perfect cold weather
Do I feel this way alone?

3.7.17

Bahagia mungkin sederhana, yang rumit adalah perjalanan dan usaha-usaha menujunya.
Masa lalu selalu terasa lebih mudah, sesederhana karena kita telah melaluinya.

Dahulu memang rasanya mudah, indah, dan sederhana.
Sesederhana tanganmu yang menggandeng tanganku, di pusat perbelanjaan mana saja, yang letaknya kebanyakan di Selatan Jakarta. Malam-malam yang dilalui mata-mata kita yang sudah lelah tapi enggan menutup hari. Iya, aku rindu.

Aku rindu merasakan hujan sambil bertengkar denganmu. Kita bertengkar mau mendengarkan lagu apa. Kemudian lelah dan berujung aku yang mengalah.

Setiap hari gelap, disaat aku melintasi jalan-jalan tol dari atau menuju Jakarta.. aku selalu diam-diam berdoa, tiba-tiba saja kamu yang sedang duduk fokus menyetir di sebelahku.
Dulu, sederhana, bukan.

Semua sederhana sebelum aku berpikiran kemana-mana.
Pun kamu, sama.
Pilihannya hanya, berpisah dan berlari mengejar mimpimu, atau berdua berjalan pelan tapi entah, ke antah berantah.

Bagaimanapun, kamu tetap menjadi seseorang yang sangat berarti.
Terimakasih.

Sampai jumpa tanggal 8 nanti. :)