memang mengagumi dalam diam itu selalu indah.
Hey,
terima kasih sudah menjadi motivasi yang tidak basi!
(aku selalu diam-diam berdoa kepada Tuhan untuk mengirimkan satu yang sepertimu.)
25.1.15
22.1.15
11.1.15
people keep asking the reason why i'd choose him all over again, above anything.
little did they know, i was asking myself too. I keep asking why, but every time I tried to ask myself, the reason was always there was no reason behind it. I love him sincerely, unintentionally, and at also a time, deeply.
My mind always wanders back to you everytime I daydream.
Until i came to the realisation,
that the only reason why I loved you,
was because you are real.
i love you because you're far more better than the guy i'd always dreamed of;
i love you because, you are real.
little did they know, i was asking myself too. I keep asking why, but every time I tried to ask myself, the reason was always there was no reason behind it. I love him sincerely, unintentionally, and at also a time, deeply.
My mind always wanders back to you everytime I daydream.
Until i came to the realisation,
that the only reason why I loved you,
was because you are real.
i love you because you're far more better than the guy i'd always dreamed of;
i love you because, you are real.
10.1.15
❝ Hati adalah air, aku lantas menyimpulkan. Baru mengalir jika menggulir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Ada gravitasi yang secara alamiah menggiringnya. Dan jika peristiwa jatuh hati diumpamakan air terjun, maka bersamamu aku sudah merasakan terjun, jumpalitan, lompat indah. Berkali-kali. Namun kanal hidup membawa aliran itu ke sebuah tempat datar, dan hatiku berhenti mengalir.❝
—Dewi Lestari, Rectoverso.
------------------------------------------------------------------------------------------
malam ini malam yang indah. aku sedang terduduk dalam sebuah gelanggang olahraga bersama seorang kawan lama, menikmati alunan musik yang merdu dan syahdu dari payung teduh. Iya, payung teduh. Untuk yang ke-dua kalinya. Dan sama-sama di kota kesayanganku ini.
hanya saja, sedikit berbeda.
tidak ada tawa kita di jeda antar nada yang dilantunkan Bang Is dengan manis.
tidak ada acara tebak-menebak judul ketika intro baru dimulai dengan 2 petikan gitar.
tidak ada kekecewaan yang tergambar di wajah kita ketika acara itu telah selesai.
tidak ada lanjutan konser independen di dalam mobilmu.
tidak ada kekhawatiranmu akan sodoran pertanyaan dari ibuku.
tidak,
tidak ada kamu.
dan lagu favoritku, karena kau pernah menyanyikannya untukku, pun sedang dilantunkan Bang Is dengan manis.
Disaat yang sama, handphone-ku menyala.
satu buah pesan singkat dari seorang kawan diterima.
membawa kabar bahagia yang untukku kabar duka,
dan seketika, runtuh duniaku. luruh, menyeluruh.
jatuh secara utuh, bergemuruh.
dan aku terdiam. menutup mata. mencoba menerka.
mencoba meraba-raba dan mencari, tapi tak ada.
air mataku jatuh bersamaan dengan duniaku.
---------------------------------------------------------------------------------------------
-(semoga kalian bahagia.)
8.1.15
sedikit celoteh tentang ambisi

Kemarin, saya kembali terduduk di sebuah ruangan yang terasa penuh ambisi. Sudah terbiasa memang melewati atmosfir seperti ini, dengan pulpen, dan terkadang pensil di genggaman, se-abrek kertas diatas meja, dan tatapan-tatapan tajam yang sangat serius memperhatikan tanpa sempat menengok sedetikpun.
Tidak mudah berada terkungkung dalam sebuah ruangan, dicekoki materi-materi pelajaran selama hampir 9 jam non-stop, disaat anak-anak 'normal' yang lain sedang berlibur dan bercengkrama bersama keluarganya, entah di rumah atau mungkin di pusat perbelanjaan besar di tengah kota.
Tapi mungkin disanalah letak perbedaannya, semua hal sulit akan terasa mudah apabila kita menikmati prosesnya. Jika dibayangkan, terduduk kaku dari jam 9 pagi sampai nanti sore menjemput dan matahari telah pergi, sangat membosankan. Bagi saya, itu tak lebih dari sebuah permainan. Saya menikmatinya.
Saya menikmati ritme-nya, alur detik-nya, bahkan bunyi detak-nya.
Namun, menganggapnya sebagai sebuah permainan adalah sebuah kesalahan rupanya. Menjadi yang paling tidak serius diantara manusia-manusia ambisius dapat menjadi nilai minus.
Tapi saya percaya, Tuhan Maha Baik.
Tanpa saya sadari, 'pekerjaan' ini telah membawa saya ke banyak tempat.
'pekerjaan' ini telah membawa saya ke tengah kota depok untuk berguru disana.
'pekerjaan' ini telah membawa saya ke ujung kota Bandung selama 2 hari satu malam, berjuang melawan ratusan yang memiliki mimpi jauh lebih tinggi daripada saya, yang hanya menganggap ini sebagai sebuah permainan.
'pekerjaan' ini telah mengantarkan saya menaiki kereta yang membawa saya ke kota Yogyakarta selama 3 hari, di dalam sebuah kamar hotel bersama 3 orang asing yang tidak sama sekali kukenali. 'pekerjaan' ini mempertemukanku dengan sebuah universitas yang mulai diam-diam meracuni otakku, meronta memintaku untuk memasukinya 2 tahun lagi.
namun satu hal yang paling pasti, 'pekerjaan' ini memberikanku kesempatan untuk membuka kembali mata. bahwa ternyata ambisi adalah salah satu bahan bakar penting untuk kita merasa hidup. Walaupun kau anggap ini sebuah permainan, bukankah alangkah lebih menyenangkan jika kamu yang keluar sebagai juaranya?
Saya kembali memperhatikan sekeliling kelas, masih mata-mata yang sama. kerut jidat yang sama.
hanya materi yang berbeda, he he.
Tuhan, terimakasih untuk banyak kesempatan yang telah Engkau berikan kepada saya.
Jangan bosan-bosan, ya Tuhan?
Tahun ini finish line-nya di yogyakarta. Bolehkah saya ikut ke sana, Tuhan?
5.1.15
to the boy with brownish parka
His hair is Hazel brown, so do his glowing eyes. With the height of maybe 170-ish, or less, i'm not capable to state exactly how much--because i haven't met him in real life.
He loves to play guitar, he even takes part as a lead guitar on his band. I just can't get through a day withouth listening to his band's songs.
He has that kind of a slight mustache that i've always adored, that's one of so many little things i found so cute on him. like a black mark on his right eye's eyelids.
hey you know, maybe someday, we could just bump into each other in a small coffe shop nowhere near where we are now. Even though i'm a hundred percent sure you won't even want to waste your time glancing at me. I know who I am, i'm not your type of girl but, hey, at least that laugh i used to admire through some shitty platform could turn into a real remedy for me.
Let's accidentaly meet somewhere we don't know.
i'm getting excited for something that isn't even likely to happen.
He loves to play guitar, he even takes part as a lead guitar on his band. I just can't get through a day withouth listening to his band's songs.
He has that kind of a slight mustache that i've always adored, that's one of so many little things i found so cute on him. like a black mark on his right eye's eyelids.
hey you know, maybe someday, we could just bump into each other in a small coffe shop nowhere near where we are now. Even though i'm a hundred percent sure you won't even want to waste your time glancing at me. I know who I am, i'm not your type of girl but, hey, at least that laugh i used to admire through some shitty platform could turn into a real remedy for me.
Let's accidentaly meet somewhere we don't know.
i'm getting excited for something that isn't even likely to happen.
4.1.15
"Even though, nobody knows what will I really be. It is just okay, I have learned that His plan is a thing nobody ever knows. However, thank you for becoming one of my superior motives in my effort from now on. And if someday you find a nice girl, have her beside. it is okay as long as she fits you best. Because the past three months have taught me that it is no more about possession, it is more about being wise.
And the long talk,
After highlands,
where will they go tomorrow?
I am looking forward to have the talks for more."
And the long talk,
After highlands,
where will they go tomorrow?
I am looking forward to have the talks for more."
(this was taken from ariefsyakur's)
it was a saturday, and like it used to be, it was raining hard.
You and your ciggarettes, me and my wandering thoughts.
sitting in silence in your car that was turned off, we savor the joy of the falling rain.
it was almost 4, and we liberately stuck ourselves in one virgin highland on the top of our city.
you took my hand as you laughed at it. I was resting bitch face but deep down there, no, you don't have any idea what was going on in me. It was a butterfly riot, i think.
then we drive off of the hill. You stroke my head as I told you a-not-so-funny joke, and i couldn't help but smiling in silence.
i just, really, deeply, simply, love you that way.
the way you talk nonsense but i found it so exciting,
the way you listen carefully to things i know that you don't know,
the way you smile in silence,
the way you smell,
the way you confuse me,
the list will keep on going, the list will keep on growing.
even i love the way you hurt me over and over again.
Langganan:
Postingan (Atom)