18.9.10

tulislah tentang hitam putihku,dan biarkan sejarah yang menjawab!!! part I

hey fellas! now talk about my favorite hero, Ir.Soekarno.
okay, it's like i'm ready to getting start. here we go:

AKU MELIHAT INDONESIA. Bung Karno bertafakur memandang alam bebas, mengagumi kebesaran Allah SWT tuk mendapatkan inspirasi. Salah satu hasilnya Bung Karno menuangkannya ke dalam bentuk puisi yang diberi judul Aku Melihat Indonesia. Puisi ini kemudian dipopulerkan Sitor Situmorang, Satrawan dan sekaligus sahabat Bung Karno, yg juga banyak menciptakan karya puisi. Puisi2 Sitor sendiri tlah diterjemahkan & dibukukan ke dalam berbagai bahasa. Di antaranya bahasa Inggris, Perancis, Belanda, China, Jepang, Italia, Rusia, & Jerman.

AKU MELIHAT INDONESIA

Jika aku berdiri di pantai Ngliyep
Aku mendengar lautan Indonesia bergelora
Membanting di pantai Ngeliyep itu
Aku mendengar lagu – sajak Indonesia

Jikalau aku melihat
Sawah menguning menghijau
Aku tidak melihat lagi
Batang padi menguning – menghijau
Aku melihat Indonesia

Jika aku melihat gunung-gungung
Gunung Merapi, gunung Semeru, gunung Merbabu
Gunung Tangkupan Prahu, gunung Klebet
Dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku mendengar pangkur palaran
Bukan lagi pangkur palaran yang kudengarkan
Aku mendengar Indonesia

Jika aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia

Jika aku melihat wajah anak-anak di desa-desa
Dengan mata yang bersinar-sinar
(berteriak) Merdeka! Merdeka!, Pak! Merdeka!

Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia! okay, the first one. i can't make a move for what i wanna say, helljea his poet make me sarcaaaaastic! :>


second


SALAM NASIONAL: MERDEKA!
Bung Karno sedang mengajarkan salam nasional kpada anak2, Yogyakarta, 1947. Salam tersebut diubah dari semboyan “Merdeka atau Mati!”, yg bertujuan untuk mengingatkan bahwa tanpa kemerdekaan, nasib kita tak akan berubah tetap dijajah, ditindas, & diperas, sehingga tetap miskin dan bodoh. “Di dalam tahun ‘33 saya telah menulis satu risalah, Risalah yang bernama “Mencapai Indonesia Merdeka”. Maka di dalam risalah tahun ‘33 itu, tlah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politieke onafhankelijkheid, political independence, tak lain & tak bukan, ialah satu jembatan emas. Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa diseberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat…Di seberang jembatan, jembatan emas, inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.” Bung Karno, Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945. helljeaaa MERDEKAA!

third.




SALING MENDOAKAN.
Soekarno bersama seorang rakyat saling mendoakan untuk kejayaan bangsa Indonesia. Tat Twan Asi; aku adalah dia, dia adalah aku. “Jangan ada orang Indonesia seorangpun yang menghendaki masyarakat yang tidak adil & makmur. Jangan ada seorang Indonesia pula, satupun jangan, yang menghendaki satu masyarakat yang berdasarkan sistem penindasan, penghisapan, exploitation de l’homme. Jangan kita perdebatkan hal itu lagi. Demikian pula doa ku kepada Allah SWT sebenarnya…”. Bung Karno, Jakarta, 5 Juli 1958.



eemm seems like i'll finish this tomorrow, emm stay watch out fellas! behind youuu! U.U

Tidak ada komentar:

Posting Komentar