4.3.12

[bull]shits?

Kata-kataku musnah; aku kalah.
Mencintaimu terengah-engah,
hingga tak mampu pun aku terperangah.
Memang mencintaimu tidak pernah salah,
andai saja aku bisa menelaah.
Dicintai kembali dalam sebuah rotasi,
diperjuangkan setengah mati.
Tak perduli rasamu, mati.

Pedih temanku sehari-hari.
Aku mencoba menari diatasnya.

Luka yang menemaniku berdansa.

Aku mencoba mempatenkan kata tak apa;
tetap tidak paham;
hanya menumbuhkan lebam.

tak pernah sedalam ini aku terjatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar