Hai, kamu.
Setiap kali aku mendengar--atau membaca--namamu, aku selalu mengasosiasikannya dengan cuaca.
Iya, kamu sudah kuanggap sebagai cuaca.
Aku tidak bisa memprediksimu, hmm, mungkin lebih tepat jika kusebut aku memang tidak ingin memprediksimu.
Hari ini kamu hujanku. Menyejukkan dan menyenangkan, hujan yang tanpa badai.
Kamu selalu menjadi cuaca yang menyenangkan.
Bisa saja besok kamu menjadi terikku. Menghangatkan dan menerangkan, terik yang tidak mengundang intrik.
Kamu selalu menjadi cuaca yang menyenangkan.
Mungkin lusa kamu menjadi berawanku. Meneduhkan dan menenangkan, awan yang tanpa sambaran. Kamu akan selalu menjadi cuaca yang menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar