3.7.17

Bahagia mungkin sederhana, yang rumit adalah perjalanan dan usaha-usaha menujunya.
Masa lalu selalu terasa lebih mudah, sesederhana karena kita telah melaluinya.

Dahulu memang rasanya mudah, indah, dan sederhana.
Sesederhana tanganmu yang menggandeng tanganku, di pusat perbelanjaan mana saja, yang letaknya kebanyakan di Selatan Jakarta. Malam-malam yang dilalui mata-mata kita yang sudah lelah tapi enggan menutup hari. Iya, aku rindu.

Aku rindu merasakan hujan sambil bertengkar denganmu. Kita bertengkar mau mendengarkan lagu apa. Kemudian lelah dan berujung aku yang mengalah.

Setiap hari gelap, disaat aku melintasi jalan-jalan tol dari atau menuju Jakarta.. aku selalu diam-diam berdoa, tiba-tiba saja kamu yang sedang duduk fokus menyetir di sebelahku.
Dulu, sederhana, bukan.

Semua sederhana sebelum aku berpikiran kemana-mana.
Pun kamu, sama.
Pilihannya hanya, berpisah dan berlari mengejar mimpimu, atau berdua berjalan pelan tapi entah, ke antah berantah.

Bagaimanapun, kamu tetap menjadi seseorang yang sangat berarti.
Terimakasih.

Sampai jumpa tanggal 8 nanti. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar