![]() |
| buka bersama Squaregrapher, 2015. |
Halo, Gilang,
mungkin ini akan jadi terakhir kalinya aku menulis tentang dan untukmu. Mungkin.
Rasanya, melihat postinganmu minggu malam kemarin, benar-benar.... tidak bisa dideskripsikan. Kaget, senang, sedih, bener-bener bingung harus ngungkapinnya gimana. Aku yang biasanya banyak bicara, seketika benar-benar gatau harus ngejelasinnya gimana.
Kamu, akhirnya berani melangkah, jauh lebih jauh, jauh lebih tinggi, dan tanpa ragu-ragu. Mungkin untuk itu aku harus bangga, mungkin.
Kamu yang dulu sudah barang tentu banyak berubah--ya kan?
Beberapa minggu ke belakang ini aku sering tiba-tiba terpikir tentangmu,
meski sekelebat. Bukan rindu, aku pun masih tidak tahu mendeskripsikannya bagaimana. Hanya sedikit menginginkan waktu dapat diputar kembali, saat duniaku sesederhana menghabiskan malam minggu bersamamu menikmati kemacetan ibukota. Atau menyesap dua gelas kopi di kafe kesukaanmu, di tengah hiruk pikuknya Jakarta Selatan. Atau menemanimu meeting dengan rekan-rekan lamamu. Atau malam-malam yang dihabiskan menonton film di ruang tamu rumahku.
Gilang, aku pernah mencintaimu melebihi matahari.
Menyayangimu melampaui sinar-sinarnya kepada bumi.
Kita pernah saling berjanji dan mempercayai,
setiap hari, di ujung malam, selalu ada satu sama lain yang menanti.
Karena itu pula kita bertahan.
Karena itu pula kita berjuang.
Walaupun pada akhirnya kamu menyerah,
dan kita sama-sama kalah.
Gilang, aku selalu tersenyum ketika ingat kamu menganggap aku salah satu manusia paling berpengaruh dalam hidupmu. Karena aku tidak bertepuk sebelah tangan. Kamu akan tetap jadi satu-satunya nama yang akan kuterimakasihi jika suatu saat nanti aku mampu berjabat tangan dengan Elon Musk. Kamu akan menjadi satu-satunya nama yang kuterimakasihi jika suatu saat nanti aku menyandang posisi CEO di perusahaan milikku sendiri.
Gilang, ini akan konyol.. tetapi terima kasih pernah mau menjadi Google, Wikipedia, Ask.FM, Reddit, dan Pitchfork pribadiku.
-------
Aku tidak tahu harus merasa apa, kecuali mungkin mencoba bahagia. Kamu pemberhentian paling penuh pelajaran, kita perasaan yang paling aku syukuri pernah kurasakan. Kamu manusia yang mampu mengubahku sampai dasar yang bahkan aku sendiri tidak mampu menjangkaunya. Kamu, seseorang yang selalu tahu apa yang harus dilakukan.
Terlalu banyak yang kulalui bersamamu.
![]() |
| pusat pariwisata Kota Kuala Lumpur, akhir 2015. |
Siang di Universiti Kebangsaan Malaysia. Makan siang bersama, keluargaku, dan keluargamu.
![]() |
| you will be my most favorite BBA ever. |
Sore di kantor Gojek. Aku yang menjadi pusat perhatian, dan kamu yang menjadi bahan olok-olokan.
Dini hari, aku di kamarku dan kamu di mobilmu. Menangis. Aku yang menenangkan, dan kamu yang kehabisan kesabaran.
![]() |
| Sky Avenue 2015. |
Atau premier Star Wars bersama teman-teman dekatmu.
Ulang tahunmu yang ke-22. Daitokyo Sakaba. Aku diantara teman-temanmu.
![]() | |
| ini untukmu yang menangis ketika tahu ada aku di hari ulang tahunmu. Untukmu yang tidak pernah mendapat kejutan sepanjang seumur hidupmu. |
-------------------
Jika saja waktu itu aku tidak bertanya tentangmu perihal semesta, dan kamu tidak jatuh pada ceritaku tentang apa saja. Kamu yang terburu-buru, dan aku yang naif. Anak SMA, dan seorang pekerja kantoran. 5 tahun. Tapi rasanya apapun denganmu terasa baik-baik saja.
makasih ya lang udah bikin aku jadi orang yang kayak gini,
bener-bener nemuin dunia baru. Bener-bener jadi tau ini itu, jadi mau belajar lebih jauh, jadi pribadi yang lebih well-planned, bahkan aku jadi tau apa yang aku mau lakuin sebelum aku mati. Makasih udah ngenalin aku ke dunia start-up, semua cerita kamu dari 0, dari kamu resign perusahaan orang russia di malaysia, dari kamu baru join gojek nyariin tukang pijet sampe ke cgk jam 1 pagi, sampe jadi manager sampe jadi head sampe resign sampe akhirnya ngebangun perusahaan sendiri. Tunggu aku ngelakuin hal yang sama, ya?
-------------------
Kamu manusia hebat. Dan betapa beruntungnya kamu menemukan penggantiku yang jauh, jauh lebih hebat. Mungkin suatu saat nanti kita masih bisa saling menyapa satu sama lain, saat tanah yang dipijak sudah debu-debu merah.
Di Planet Mars, kita bertetangga. Dan anak-anakmu bisa bermain dengan anak-anakku. Kita masa lalu yang mampu biasa-biasa saja.
Kamu manusia hebat. Dan pada akhirnya berani melangkah menuju salah satu tangga tertinggi di kehidupanmu. Bertahan.
Aku malahan sedikit skeptis, tadinya, tapi rupanya salah. Aku salah besar.
Terima kasih untuk segala pelajarannya lang. untuk sementara aku pincang.
Teruntuk Gilang Gibranthama Saman.
Aku doakan yang terbaik, semoga kamu bahagia selalu,
bersama wanita yang kamu pilih untuk menemanimu
sampai akhir hayatmu.
terima kasih untuk waktu terbaik yang pernah kurasakan seumur hidupku.
sekali lagi,
semoga kamu bahagia selalu.
--------------
dari wanita hujan kesukaanmu.
kamu dapat salam, dari Senja dan Gema.
Katanya, jangan lupa putar Di Beranda dan Pangeran Kecil di pesta pernikahanmu nanti.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar