dan di tawamu yang serba menular, aku menemukan damai-damai dunia yang telah lama kukira hilang entah kemana. lalu di binar matamu yang kecoklatan, aku temukan tenang yang sepadan dengan alir air di danau taman kota. Di pelukanmu yang hangatnya lebih lekat dibanding sweater kesukaanku, kutemukan nyaman yang sudah lama absen dari kehidupan.
aku tidak tahu hatimu terbuat dari apa, begitu saja menerima aku yang banyak kurangnya. terlepas dari intensi apapun, aku tidak pantas dipertahankan. tapi kamu memilih hadir dan memaafkan. terima kasih banyak.
jika menyayangimu adalah sesuatu yang harus disembunyikan, akan tetap aku lakukan dengan segenap jiwa. Tak perlu ada yang tahu, hanya aku saja. dan mungkin motormu. jaket inter milan. sprei snoopy. kucing putih-oranye komplek kostku. boneka BB-8. dan ratusan saksi lainnya.
lalu, aku tidak akan lupa.
dansa-dansa bodoh diiringi tawa dan lagu The Upstairs, sambil menunggu kawanku masuk kembali ke kamarnya.
Atau kita yang enggan sama-sama menutup hari. berdiam, berpelukan, dan tiba-tiba semua baik-baik saja.
ciuman-ciuman kecil yang dicuri tiba-tiba,
dan ucapan salam yang ditutup dengan kamu membentangkan tangan, tanda meminta pelukan.
-----
kita banyak naik turunnya.
walupun sama-sama tidak tahu mau kemana arah dan tujuannya.
sejauh ini, asal sama kamu
aku rasa ya, gapapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar