16.11.20

winter butterflies.

Aku tersenyum menuju lelapku.
Katamu, beberapa tahun yang lalu, 
Rara pernah menjadi guru di sebuah sekolah kecil di bilangan Rumpin. 
Kamu membacakan cerita tentang pohon tua 
yang menyayangi pemiliknya di setiap keadaan.

Sial, aku lupa kapan terakhir kali merasakan hangat 
yang sebegitunya menyesapi dada,
rasanya pelaaaan sekali tapi menyenangkan.
Kadang aku sampai bingung harus menghadapi kebaikanmu 
dengan cara yang bagaimana lagi,
kelembutanmu dengan senang yang bagaimana lagi.

Jika kelembutan harus terpaksa kudefinisikan,
akan kuceritakan tiap-tiap kamu berucap setengah berbisik,
"Selamat tidur, Alita."


kita hanya dua asing yang terombang-ambing di kalutnya semesta;
di riuhnya gemuruh kebingungan;
dan di gaduhnya hingar bingar ketakutan.
mencoba mencari pegangan,
dan menemukan satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar