29.5.14

Sepatah kata untuk dua bola mata yang menghilang ketika tertawa.

Aku mau mencintaimu dengan sederhana.
Sesederhana tawa anak-anak di pematang senja,
Begitu lepas, bebas.

Aku mau mencintaimu dengan sederhana.
Sesederhana sebuah gerhana.
Kesabaran matahari dan bulan,
yang saling mencintai walau terpisahkan ketidak masuk akalan.

Aku mau mencintaimu dengan sederhana.
Sesederhana aksara.
Sesederhana satu dua dan tiga.

Aku mau mencintaimu dengan sederhana.

Aku ingin menjadi hayal dalam pikirmu.
Yang selalu menjadi benalu,
Mengakar hebat
dan menjalar dengan kuat.

Aku ingin menjadi wujud dalam kehampaanmu,
yang selalu kau agungkan
walau dalam ketiadaan.

Aku ingin menjadi nyata atas kebahagiaanmu
yang selalu membuatmu tersenyum,
walau dalam kesedihan yang meranum.




-Ad.

1.4.14

Being an Oh-So-Called Secret Admirer.

I bet you've heard and comprehence what a secret admirer is. And earlier today, i came to the realization of how hilarious one secret admirer can be. Living in the simplest happiness.
How can I say they have the simplest happiness?

Ever met someone and by admiring their existence, could make up your whole day?
Ever met someone and by hearing him talking to his friends, could make you smile for whole day?
Ever met someone and by him walking pass through you, could make your heart pumps and jumps out?
Ever met someone and by looking straight to his eyes, you died inside?
Ever met someone and by looking to his smile, could create butterflies riot inside your tummy?

It's about how you enjoy falling in love alone.
How you stare alone.
How you think of someone alone.
How you smile alone.
How you dream of someone alone.
How you pray for someone alone.

and how you do that  with pure sincerity;
you don't expect a feedback.

because you don't need to,

you fall in love alone.
There are always those things you wish you'd have,
those words you wish you'd say.
But even the smallest thing like "i don't want to hurt him"
can beat the biggest guts to spew those things.

Have you ever thought just how funny things turned out to be?
Like how can oneself forgets what the other remembers,
How can the sky looks so blue, but still you feel the bluest?
How can candies taste so sweet, but still left bitter taste in the end?
How can someone looks so okay in the daytime, but cry themselves to sleep?
How can the poor laughs louder than the rich?
How can you struggle for something so hard but end up in vain?

How can you love someone so much but end up destroying them?









-alt


25.5.13



Sabrina's concert, live in Malang. 18/5.


"who knows what you might learn from taking a chance on conversation with a stranger?"
-@katadochi


That's what they said about meeting up with strangers
We were both young, and pretty reckless
We talked about you and me for hours
I never thought that would make me a mess and a madness.

We were in an accoustic gig that night
Talking about anything in sight
I really wish I could just hold onto that time tight.

You said you love Blink 182
You asked me if i do? I do
If this is a fairytale, i hope you're true.
I know this is a sin, but it's okay hence it's about you
For I know I'm a sinner, and you too.

30.4.13

Pagi itu aku terduduk sendiri dibelakang pagar besi,
Seperti biasa, sendiri.

Tidak ada yang berbeda di setiap pagi
Masih sepi, dan sendiri.

Aku menyesap kopiku perlahan
Meresapi tiap tetesnya yang mengalir di kerongkongan,
Dan merasakan kafeinnya merayapi tubuhku dalam diam.
Dan saat ia mencapai kepala,
dicanangkannya wajahmu yang tak pernah ada habisnya.
Naya.

------

Pagi itu aku terduduk sendiri di kedai kopi,
Menunggu secangkir candu diantarkan peraciknya ke mejaku.
Saat itu pula aku memandang ke arahmu,
Kau tersenyum, keindahan yang manisnya, membuat kelu.
"Selamat pagi!" sapamu. "Kopi hitam lagi, pagi ini?" katamu, mengambil kursi dan menariknya ke hadapanku.
"Seperti tidak tahu saja." kataku padanya. "Hari ini kau tidak seperti kopimu." Naya menatapku sambil terus tersenyum. "Maksudmu?" "Kau terlihat cerah, berwarna. Ada apa, Nathan?" kau tertawa.
"Hahaha, sialan. Sesuram itukah aku biasanya?" candaku padanya. "Naya aku harus berangkat sekarang, kau mau berangkat bersamaku atau-?" "Tidak, terima kasih Nathan. Aku masih ada janji disini, jadi hati-hati dan selamatlah sampai tujuan!" aku mengucapkan salam dan berjalan perlahan meninggalkan Naya,
menuju kejauhan. Seperti tidak memedulikan, berlagak seperti orang tolol, pura-pura tidak tahu-menahu siapa yang Naya akan temui beberapa menit lagi. 5 menit menatap wajahmu saja bagiku sudah lebih dari cukup. Naya.

------
Sore itu aku terduduk sendiri di ruang tamu.
Memandang parau ke layar ponselku.
Tidak ada jawaban.
Aku mengajak Naya makan malam,
Namun sampai saat ini masih belum ada balasan
"Hei kak, jangan melamun terus!" Theo mengacaukan lamunanku.
"Siapa yang melamun. Mau kemana rapi-rapi begitu?" cibirku kepada Theo, adikku yang pertama.
"Mau makan malam, sama pacar. Cari pacar sana makanya!" ledek Theo sambil berlalu begitu saja.
Menambah parah.

------
Siang itu aku terduduk di dalam mobilku yang belum kunyalakan, dari sekitar 1 jam yang lalu.
Kuberanikan diri pada akhirnya, untuk menelpon Naya.
"Naya, kamu dimana?" tanyaku perlahan.
"Masih di kantor, ada apa Nathan?"
"Bagaimana bila kujemput, dan makan siang?"
"Tidak bisa, maafkan aku Nathan. Aku sudah berjanji menemani pacarku siang ini. Maaf." dan Naya pun menutup telponku. "Baiklah.." aku berkata, nanar.

------
Pagi itu aku kembali terduduk di belakang pagar besi,
Masih sendiri,
Dan masih ditemani secangkir kopi.
Kelam. Pahit. Candu.
Jatuh cinta itu seperti menyesap kopi, ternyata.

Sebuah mobil terhenti di depan pagar,
Aku tersenyum menyambut kedatangan Naya.
Dia berjalan ke arahku sambil tersenyum
Mencium tanganku.
Dibelakangnya berdiri tegap sesosok laki-laki yang bukan lain adalah milik Naya seutuhnya,
Kebahagiaan Naya,
Alasan akan berpendarnya cahaya dari mata Naya,
Dan sesiapa yang membuat Naya merasakan apa yang dikatakan orang, jatuh cinta.

Theo.

So long, It's right


So hey, what are you guys up to?
I've just finished my national examination and nothing feels slightly more perfect than this.


It's been 5 months, approximately.
And my feeling towards you grows bigger each second i live.


When you walk beside me
Or when we bend upon our knee
You'll always be the place I flee.

When it's time to go home
Or when your words hit me on my bone
You'll always be my only throne.

Each time i'm in sorrow
Each time I spilt words that is shallow
Or when I try to get up even if it's too narrow
You'll always be the sunshine I follow.

Stay with me until the end of day
We will sing and dance to whatever they'll play
Midnight phone calls
And the rest let's trace

I know we don't have to put label on it
Just in case we got marked, is it?
Forget the world and all that in it
You're the sweetest, neglect what they said.

I salvage you from disgraces
Don't you ever think I did that on purposes
In the game of love, are there wins or loses?
Despite all of that thinks
"I love yous" is not a fling.





                                                                                                                                                to dear xxii