20.5.18


in many mornings, since February. your name is the first to popped up on my phone screen. and in many nights also, the talks about everything we like in common would likely accompany me to a good night sleep.

in many afternoons, i spent my time daydreaming about what's happening. About the intention. but in many afternoons also, i stopped myself from expecting.

in many evenings, we spent the day talking and watching our favorite movie. in many evenings also, i felt sad that we talk about so many things--but not talk about deeper things. 

in one particular midnight. we spent the weekend going to someplace afar. looking for our favorite books about dying superheroes. you know. that one particular midnight where the day seems like it refuses to end itself.

in one particular day, though, i played with your cats. watching your favorite episodes. met your mom. eating while laughing in your living room.

in the passing time, since i met you. i felt the vast emptiness inside me keep on growing. I know you but i don't know you.

20.4.18

Thursday, 19/4/18.


17.00
Now we're on the bed in your room,
and i'm about to fill her shoes
but you say no, you say no.
Did she take care of you?
or could i easily fill her shoes?
you say no, you say no.

18.30
sometimes silent things could scream the saddest truth, ain't it right.
like the king sized bed for two, in your mother's bedroom.
It was built for two. 
longing for two pair of eyes that gazed into each other deeply.
longing for the warmth of two lovers holding one and another,
but what i saw, in your mother's bedroom,
was a cold king sized bed meant for two.
your mother probably slept on the left side only.

16.00
the picture of you and your little brother, 
hanging on the upper side of the wall on your bedroom.
how it screams to me, 
was how it scares your mother when you're not around
and she's lonely, by her own.

19.00
we're broken
we're all broken
on our own.
the silence is deafening
i wish you could just talk to me about anything.
about how hurt your feeling was
when your world crumbled on your feet
and you're responsible for holding it together.

16.30
We're just inches away
and i smelled exactly just like you.
but why does everything feel so far away?
you're physically here, all here
but i know something isn't right
everything just isn't right.

17.4.18

salam perpisahan untuk gilang gibranthama saman.

 
buka bersama Squaregrapher, 2015.


Halo, Gilang, 
mungkin ini akan jadi terakhir kalinya aku menulis tentang dan untukmu. Mungkin.
Rasanya, melihat postinganmu minggu malam kemarin, benar-benar.... tidak bisa dideskripsikan. Kaget, senang, sedih, bener-bener bingung harus ngungkapinnya gimana. Aku yang biasanya banyak bicara, seketika benar-benar gatau harus ngejelasinnya gimana.

Kamu, akhirnya berani melangkah, jauh lebih jauh, jauh lebih tinggi, dan tanpa ragu-ragu. Mungkin untuk itu aku harus bangga, mungkin. 
Kamu yang dulu sudah barang tentu banyak berubah--ya kan?
Beberapa minggu ke belakang ini aku sering tiba-tiba terpikir tentangmu, 
meski sekelebat. Bukan rindu, aku pun masih tidak tahu mendeskripsikannya bagaimana. Hanya sedikit menginginkan waktu dapat diputar kembali, saat duniaku sesederhana menghabiskan malam minggu bersamamu menikmati kemacetan ibukota. Atau menyesap dua gelas kopi di kafe kesukaanmu, di tengah hiruk pikuknya Jakarta Selatan. Atau menemanimu meeting dengan rekan-rekan lamamu. Atau malam-malam yang dihabiskan menonton film di ruang tamu rumahku.

Gilang, aku pernah mencintaimu melebihi matahari. 
Menyayangimu melampaui sinar-sinarnya kepada bumi. 
Kita pernah saling berjanji dan mempercayai, 
setiap hari, di ujung malam, selalu ada satu sama lain yang menanti. 
Karena itu pula kita bertahan. 
Karena itu pula kita berjuang. 
Walaupun pada akhirnya kamu menyerah, 
dan kita sama-sama kalah.

Gilang, aku selalu tersenyum ketika ingat kamu menganggap aku salah satu manusia paling berpengaruh dalam hidupmu. Karena aku tidak bertepuk sebelah tangan. Kamu akan tetap jadi satu-satunya nama yang akan kuterimakasihi jika suatu saat nanti aku mampu berjabat tangan dengan Elon Musk. Kamu akan menjadi satu-satunya nama yang kuterimakasihi jika suatu saat nanti aku menyandang posisi CEO di perusahaan milikku sendiri.

Gilang, ini akan konyol.. tetapi terima kasih pernah mau menjadi Google, Wikipedia, Ask.FM, Reddit, dan Pitchfork pribadiku.

-------
 
Aku tidak tahu harus merasa apa, kecuali mungkin mencoba bahagia. Kamu pemberhentian paling penuh pelajaran, kita perasaan yang paling aku syukuri pernah kurasakan. Kamu manusia yang mampu mengubahku sampai dasar yang bahkan aku sendiri tidak mampu menjangkaunya. Kamu, seseorang yang selalu tahu apa yang harus dilakukan.

Terlalu banyak yang kulalui bersamamu.

pusat pariwisata Kota Kuala Lumpur, akhir 2015.
Malam di Kuala Lumpur, kamu yang tertidur di pundakku saat kita berada di sebuah kereta entah menuju mana. dan John Mayer bernyanyi di telinga kita.


Siang di Universiti Kebangsaan Malaysia. Makan siang bersama, keluargaku, dan keluargamu.

you will be my most favorite BBA ever.

Sore di kantor Gojek. Aku yang menjadi pusat perhatian, dan kamu yang menjadi bahan olok-olokan.
Dini hari, aku di kamarku dan kamu di mobilmu. Menangis. Aku yang menenangkan, dan kamu yang kehabisan kesabaran.

Sky Avenue 2015.
Sky Avenue, kamu yang kupaksa, dan alumni-alumni SMAmu yang banyak kau temui.
Atau premier Star Wars bersama teman-teman dekatmu.

Ulang tahunmu yang ke-22. Daitokyo Sakaba. Aku diantara teman-temanmu.
 
ini untukmu yang menangis ketika tahu ada aku di hari ulang tahunmu. Untukmu yang tidak pernah mendapat kejutan sepanjang seumur hidupmu.

-------------------

Jika saja waktu itu aku tidak bertanya tentangmu perihal semesta, dan kamu tidak jatuh pada ceritaku tentang apa saja. Kamu yang terburu-buru, dan aku yang naif. Anak SMA, dan seorang pekerja kantoran. 5 tahun. Tapi rasanya apapun denganmu terasa baik-baik saja.

makasih ya lang udah bikin aku jadi orang yang kayak gini, 
bener-bener nemuin dunia baru. Bener-bener jadi tau ini itu, jadi mau belajar lebih jauh, jadi pribadi yang lebih well-planned, bahkan aku jadi tau apa yang aku mau lakuin sebelum aku mati. Makasih udah ngenalin aku ke dunia start-up, semua cerita kamu dari 0, dari kamu resign perusahaan orang russia di malaysia, dari kamu baru join gojek nyariin tukang pijet sampe ke cgk jam 1 pagi, sampe jadi manager sampe jadi head sampe resign sampe akhirnya ngebangun perusahaan sendiri. Tunggu aku ngelakuin hal yang sama, ya? 

-------------------

Kamu manusia hebat. Dan betapa beruntungnya kamu menemukan penggantiku yang jauh, jauh lebih hebat. Mungkin suatu saat nanti kita masih bisa saling menyapa satu sama lain, saat tanah yang dipijak sudah debu-debu merah. 
Di Planet Mars, kita bertetangga. Dan anak-anakmu bisa bermain dengan anak-anakku. Kita masa lalu yang mampu biasa-biasa saja. 
Kamu manusia hebat. Dan pada akhirnya berani melangkah menuju salah satu tangga tertinggi di kehidupanmu. Bertahan. 
Aku malahan sedikit skeptis, tadinya, tapi rupanya salah. Aku salah besar.

Terima kasih untuk segala pelajarannya lang. untuk sementara aku pincang.


Teruntuk Gilang Gibranthama Saman. 
Aku doakan yang terbaik, semoga kamu bahagia selalu,
bersama wanita yang kamu pilih untuk menemanimu
sampai akhir hayatmu.

terima kasih untuk waktu terbaik yang pernah kurasakan seumur hidupku.

sekali lagi,
semoga kamu bahagia selalu.

--------------

dari wanita hujan kesukaanmu.
kamu dapat salam, dari Senja dan Gema.
Katanya, jangan lupa putar Di Beranda dan Pangeran Kecil di pesta pernikahanmu nanti. 

15.4.18

"Aku mulai sering berbicara pada diriku sendiri, hanya untuk memastikan ia tetap di sana. Masa lalu sering membuatnya lupa, kalau ada hari ini yang berarti. Masa depan selalu membuatnya risau, selalu saja ia menganggap hari ini adalah kesalahan yang ingin segera ia sudahi." -tjuandha

kesendirian seringkali membuatku lupa,
bahwa walau raga tertinggal tunggal,
rasa harusnya tak sama-sama tanggal.

malam yang dingin dan pekat, kurasa jauh lebih jahat
seperti sendiri-sendiri yang telah kulewati sebelumnya.

Sunday, 8/4/18.

Hey. 
Thank you for being here.
You're my midnight getaway,
my late night supper
after a long time.

To all the talks and the laughs,
to your sleepy eyes
to your grins and smiles,
i'm grateful.

Here's to having a late late dinner,
at a Mc Donalds joint,
at 02.00 AM in the morning.

you're the escape i've been looking for.
some nights you just happen to realize,
that even after all this time,
you're still broken.
funny how the heart can pull a joke like this.
it's been a year,
but why does it still feel like it was yesterday...

it wasn't supposed to be like this.
i should be happy seeing you happy.
you don't even need me from the very start.

3.4.18

everything in me is complicated, and weirdly, my defense mechanism seem to project the opposite. now that we're getting closer, i tend to simplify things. maybe this is good, i don't know, i'm sorry.
i just woke up this morning and realize that this isn't love, that i don't like you. i'm just lonely, that's it. i'm sorry, i'm sorry. let's work this up, arty.