—Dewi Lestari, Rectoverso.
------------------------------------------------------------------------------------------
malam ini malam yang indah. aku sedang terduduk dalam sebuah gelanggang olahraga bersama seorang kawan lama, menikmati alunan musik yang merdu dan syahdu dari payung teduh. Iya, payung teduh. Untuk yang ke-dua kalinya. Dan sama-sama di kota kesayanganku ini.
hanya saja, sedikit berbeda.
tidak ada tawa kita di jeda antar nada yang dilantunkan Bang Is dengan manis.
tidak ada acara tebak-menebak judul ketika intro baru dimulai dengan 2 petikan gitar.
tidak ada kekecewaan yang tergambar di wajah kita ketika acara itu telah selesai.
tidak ada lanjutan konser independen di dalam mobilmu.
tidak ada kekhawatiranmu akan sodoran pertanyaan dari ibuku.
tidak,
tidak ada kamu.
dan lagu favoritku, karena kau pernah menyanyikannya untukku, pun sedang dilantunkan Bang Is dengan manis.
Disaat yang sama, handphone-ku menyala.
satu buah pesan singkat dari seorang kawan diterima.
membawa kabar bahagia yang untukku kabar duka,
dan seketika, runtuh duniaku. luruh, menyeluruh.
jatuh secara utuh, bergemuruh.
dan aku terdiam. menutup mata. mencoba menerka.
mencoba meraba-raba dan mencari, tapi tak ada.
air mataku jatuh bersamaan dengan duniaku.
---------------------------------------------------------------------------------------------
-(semoga kalian bahagia.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar