5.6.15

Pengar kepalaku
Terbangun dan memandang ke sekeliling kamar.
Mencoba mencari jejakmu yang kupikir tadi malam singgah sebentar.
Aku merasa sudah tidak perlu menengok keluar;
terlalu hingar,
Macam di pasar.

Aku bukan seperti wanita-wanitamu yang mencintai bingar.
Kupikir aku lebih cocok disandingkan dengan kesunyian, dengan sedikit petikan gitar.

Aku pernah mencoba menatap ke dalam mataku sendiri.
Nanar.
Bukan karena kosong,
tapi karena kamu masih berada disana.

Dan hanya ada disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar