Mungkin memang suatu masa harus bermuara kepada akhirnya.
Tapi tidak ingatanku tentangmu.
Tentang tawa-tawa itu,
dan perbincangan singkat yang terucap dan terabaikan begitu saja.
Gurat wajahmu yang tegas namun menenangkan,
dan tipis senyummu yang memabukkan.
Aku ingat kala pertama kita bertukar tatap.
Siang hari itu, kau terduduk bersama teman-temanmu.
Sejak hari itu, aku baru meyadari satu hal
Tuhan selalu saja punya kejutan,
Ia menyelipkan keajaiban di tempat yang tak dapat aku bayangkan.
Mungkin dalam tiga, dua, atau bahkan satu tahun ke depan,
kamu akan melupakan aku dan segala tentangku.
Namaku tidak lagi menghadirkan memori di kepalamu,
tak lagi membuatmu tertawa-tertawa seperti sekarang, seperti dahulu.
Ternyata memang aku tidak pernah berhenti mengagumimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar