9-13/02/2016.
Lima hari tidak pernah terasa semenyenangkan itu.
Tak pernah terasa selambat--namun sehangat itu.
Selasar-selasar, yang menjadi saksi lalu lalangnya kami.
Tawa, suka, air mata, pertemuan, dan perpisahan.
Ada yang jatuh cintanya, ada pula yang pupus harapannya.
Di selasar-selasar itu kami berjalan. Berlari-larian.
Tak perlu lagi rasanya berkenalan dan saling menanyakan;
karena memang kami, berada disana karena satu tujuan.
Lalu langkah-langkah itu terdiam.
Kala itu senja datang lebih cepat dari biasanya,
dan malampun sudah tak dihiraukan oleh perisaunya.
Mungkin memang hanya di selasar-selasar itu
melukiskan kenangan terasa mudah dan menyenangkan.
Dan di Taman itu, tempat kami membumbungkan harap,
dimana milikku kembali jatuh ke tanah.
Entahlah, Tuhan, aku masih tidak mengerti.
Nasihat-nasihat dan banyaknya perbincangan, sangat disayangkan jika hanya untuk dilupakan.
Saya menikmati seisinya.
Tuhan, bantu aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar