21.4.16

entah bagimu aku apa,
namun bagiku kamu menjelma menjadi segala.
Hangatmu yang tak tersampaikan-tak sengaja disampaikan,
selalu menyelimuti tawaku. Setiap harinya.

Kamu terhebat. Paling hebat. Paling tegar. Kamu, paling.
Tawamu yang selalu terselip di setiap perbincangan kita,
yang hanya sekedar tanyamu yang kujawab seadanya,
aku tak bisa tidak menahan senyum setiap mendengarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar