27.5.16

"Kapan balik ke Bogor lagi?" tanyaku, sambil menatap ke dalam matamu yang sedang memandangi atap di atas kita. "Mungkin masih lama." jawabmu datar. Kita sedang menghabiskan waktu di sebuah kedai kopi, malam itu. Bersama dua temanku yang baru saja kau kenali. Aku senang menghabiskan waktu denganmu... selalu membuat kita sama-sama lupa waktu.

Sore itu, pada akhirnya, aku menemanimu, menonton film kesukaanmu. Salah satu seri favoritmu, lebih tepatnya. Kukira, kau akan mengenakan kaos berwarna hitam--seperti biasanya. Tapi ternyata kali ini berbeda, kamu mengenakan kaos lengan penjang berwarna putih dan coklat... dan terlihat menawan--seperti biasanya. Oh iya, tidak lupa juga bandana serupa sapu tangan merahmu itu, yang selalu setia bergantung di saku belakang celanamu. Bahkan ketika bertamu ke rumahku, yang hanya berjarak 10 meter dari rumahmu, kamu tetap tidak lupa membawa si merahmu itu.

Aku tidak tahu apakah kamu selalu seperti ini? Sungguh... Aku sangat menikmati detik-detik yang aku lalui bersamamu. Candu. Tidak ada perdebatan-kemarahan-kekesalan, hanya tawa dan pembicaraan menyenangkan saja yang mengisi udara di sekeliling kita hari itu.

Kamu rumahku untuk pulang, pak menteri...
Aku akan selalu ingat caramu membuat siapapun tertawa dengan celotehan-celotehan bodohmu.

Apakah kamu selalu seperti ini? membiarkan siapa saja menghapus noda bekas makanan yang terjatuh di kaos putihmu, sangat teledor memang. Apakah kamu selalu membiarkan siapa saja mencandu tawamu yang mengadiksi itu? Matamu yang menyipit dan barisan behel yang menghiasi gigimu-aku tahu ini terdengar sangat bodoh-dan tentu saja, sepasang lesung di pipimu itu.

Apakah aku, rumahmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar