12.11.17

A

hidup memang nyatanya hanya serentetan kebetulan-kebetulan
di siang-siang yang kita ada-adakan.
seperti dua gelas kopi susu
atau sepiring cemilan
yang tersaji di meja kita,
suatu siang, di kedai kopi dekat kampus kita.
Hari pertama kita bertemu.

Atau, seperti tawa dan senandung-senandung lagu
yang terdengar sungsang, di mobilmu
entah siang entah malam, sama saja
suaraku lebih merdu daripada milikmu.

Atau mungkin kesempatan yang kita punya
hanya sebatas dua lembar tiket masuk bioskop di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota
yang hanya dua atau tiga puluh menit utuh tersedia.

Aku ingat di sore yang hujannya cukup deras,
di sebuah surau di bilangan Blok M.
Tuhan baik sekali.
sayangnya, mungkin aku dan kamu sama-sama lupa
untuk mendoakan satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar