Malam itu ditutup dengan semangkuk bubur di hadapanku, dan sepiring nasi goreng di hadapanmu.
Bisa dibilang salah satu bubur terbaik seumur hidupku,
mungkin karena kepingan-kepingan udang yang diberikan banyak sekali
atau mungkin cumi-cumi
ah, mungkin karena dipesan dan dimakan di sampingmu.
Jatinegara panas sekali hari itu, rasanya menusuk kulit,
Ingin menceburkan diri ke kolam renang, kataku padamu.
Sebenarnya aku sedikit kesal padamu, yang bisa-bisanya menghembuskan rokok di hari yang super terik seperti itu. Tapi ya, sudahlah, itu pelarian milikmu. bukan urusanku.
Mungkin memang menghabiskan sore hari di taman-taman yang rindang dengan pepohonan adalah ide yang cemerlang. Aku tidak pernah mengindahkannya sampai kamu spontan mencetuskannya. Berjalan dibawah rerimbunan yang mengelilingi -- bercerita tentang abang-abangmu yang rumit dan menyebalkan, ayahmu yang sedikit masih kelabu di bayanganku, dan ibumu. Ibu yang katamu akan dengn senang hati berbicara denganku mengenai banyak hal.
"Ah ya sudah, pulang yuk, By."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar