25.4.17

indeed, growing up is giving up.

it's only been 4 months, and yet, i almost lose everything already.
the house i've been living in since 10 years ago, the witness to every break-downs and happiness i felt throughout my critical teenage years. Rumah gue menyimpan banyak, terlampau banyak cerita. Dari cinta monyet pertama di bangku 7 SMP yang bertahan cukup lama (4 tahun dan mungkin 50%nya kita habisin main bareng coco atau sekedar nontonin video klipnya pierce the veil di balkon rumah gue ya dit?), sampe gue yang ditembak di depan rumah sama seseorang yang gue cuma tahan 2 bulan, or even the days i spent sneaking out to go on dates with dzky. Oh, gak lupa juga malam-malam males gerak sama gilang yang biasanya spent watching movies and talk about a lot of things di ruang tamu gue. Also, osr. The one that brought me packs of Dim Sum and spent the night laughing and talking about his stupid green socks and stupid green turtle necklace.
Atau ketika temen-temen gue repot-repot nyiapin surprise ini itu, jadiin rumah gue basecamp. Main basket, poker, segala macemnya. Di rumah itu gue tumbuh, tembok kamar yang suka gue tonjokkin kalo lagi sedih, kamar mandi yang jadi pelarian gue kalo udah pusing--biasanya tiduran di bath tub yang udah diisi penuh. I never would find peace as soothing as the feeling i got when water surrounded every part of my body, including my ears. Intinya gue ga ikhlas ninggalin istana gue yang satu itu...

But then again, growing up is giving up, right?
gue ngambek gara-gara dipaksa pindah cuma bertahan 3 harian. A night ride with random grab bike driver made me realize, gue udah gapunya waktu dan tenaga buat dibuang-buang perkara hal sepele kayak gini. Things change, and you must keep up with it. Belajar ikhlas. Semakin tua, harus bisa semakin nerima, apapun keadaannya, legowo.

Sama seperti merelakan seseorang yang gue sayang pergi. Yang gue sadar, gue jatuh cinta sama masa lalu, sama perasaan-perasaan yang udah lewat, bukan sosok dia yang sekarang. Itu kenapa gue lebih memilih sendiri sekarang... not only physically, but also mentally. Gue masih belum bisa dan belum mau ninggalin hal-hal yang berkaitan sama dia. Pun gue juga gamau ganggu dia, i swear i would just vanish and disappear; because that's what you always wanted right, Rak? biar gue menikmati keindahan jatuh cinta dari kejauhan, sendirian, gapapa. Gue udah seneng kok bisa liat lo berkembang, jauh lebih dibutuhkan, dan getting better each day without me. Gue juga ikhlas menghadapi kenyataan bahwa semudah itu buat lo ngelupain gue, seolah-olah apa yang udah kejadian gaada artinya sama sekali. Gue berharap, nanti, lo ga akan pernah salah ngartiin perasaan lo lagi. cukup gue aja ya yang lo giniin, mau berapa orang lagi yang lo sakitin? It still hurts every night, and i'm still looking for a piece of you in someone else. I miss you.

Dan lagi, gue diuji dengan kehilangan seseorang lainnya. Dosa gue sebesar itu mungkin ya, sampe-sampe gue ga deserve any second chance from everyone that left me, ketika orang lain dengan mudahnya memberi kesempatan kedua, ketiga, keempat, kelima. Gue kesempatan kedua aja ga dapet sama sekali, ga pernah. Dosa gue sebesar itu, sampe ga dibolehin punya sahabat yang bertahan. Gapapa, legowo, ikhlas.

Terima kasih pelajarannya yang hebat, 2017.

8.4.17

untuk rakho.

ternyata ga semudah itu, kan?
gue yang bodoh ternyata, nganggep bakal dengan segampang ini jadi benci atau bahkan gak peduli lagi. Entah karena lagi lelah dan lagi di bawah, atau karena memang kamu seberpengaruh itu Rak.

Aku gatau kamu masih suka kesini atau engga, tapi kalo masih, aku cuma pengen kamu tau satu..
apa apa aja bagian dari aku yang kamu bilang naif, klise, aku pernah mikir yang sama.
mungkin omongan aku Desember lalu dalam beberapa bulan bakal aku ingkarin.
Tapi sayangnya, kenyataannya, engga. Saya masih sama aja rusaknya, sedihnya, sakitnya, sama persis seperti hari dimana saya terakhir kali duduk berhadapan sama kamu.

Aku mau berterimakasih sih Rak, dengan ditinggal sendirian gini aku bisa belajar, banyak, banget. Kemaren aku gabisa liat sama sekali tapi sekarang aku udah tau, aku udah introspeksi, dan ya aku tau aku banyak banget bikin kesalahan selama sama kamu. Aku terima, dan pun udah belajar buat jadi lebih baik lagi.

Enggak, aku gamau ganggu hidup kamu lagi. Maaf kemarin aku sempet ganggu sebentar, sesederhana aku masih peduli sama mimpi-mimpi kamu. semoga kamu juga masih menghargai mimpi kamu sendiri kayak aku yang selalu diam-diam doain kamu.

Kamu tau, setiap aku nyampe kampus atau mau nyebrang dimanapun aku selalu berharap aku paling engga bisa papasan sama motor kamu, walaupun aku tau kamu ga pernah peduli sekitar kalo udah jalan sama si astrea kamu itu. Iya maaf aku semenyedihkan itu..

Aku kira dengan ga ngekos aku bisa cepet lupain kamu. Iya sih, rutinitas yang sama sekali beda ga bikin aku keingetan terus sama kamu, tapi lagi lagi aku salah prediksi. Kamu gabisa semudah itu aku hapus, Rak.

Ohiya, sekarang aku kalo kangen sama kamu, aku selalu dengerin playlist yang aku bikin buat kamu. Walaupun selalu sedih tapi aku gapapa, aku selalu tenang tiap mikir kamu yang entah dimana juga punya kepingan cd dengan isi lagu-lagu yang sama. Walaupun aku gayakin kamu simpen juga sih. Tapi sekali lagi gapapa, aku udah gabisa ganggu-ganggu kamu kayak malam-malam dulu, jadi aku cuma bisa ngobrol sama diri aku sendiri sambil dengerin Thom Yorke bersabda, hahahaha.
kamu bener ternyata last flowers enak banget. walaupun gaada yang ngalahin videotape daannn true love waits kan ya rak? hahahah

Btw, aku telat baru suka dengerin Youthnya Daughter sekarang. Aku sedih setiap denger lirik most of us are bitter over someone, karena disitu aku sadar, i'm bitter over you while you're bitter over someone else. Nothing beats it. Aku tau, kamu gausah boongin diri kamu sendiri terus. Maaf aku gabisa jadi sebaik masa lalu kamu yang itu ya, aku doain kamu bisa berdamai sama diri kamu sendiri.

Di suatu hari nanti, saat kamu berpikir kamu ga berguna dan gabisa ngasi pengaruh apa-apa ke siapa-siapa, aku harap kamu inget aku pernah ada disini. Dan bahkan sampe detik ini aku masih muter otak gimana caranya bisa jatuh cinta kayak aku jatuh ke kamu dulu, gimana bisa sesayang itu sama orang sesayang aku sama kamu. Walaupun gaada juga yang bisa jadi kayak kamu.

Maaf ya aku bukan hadiah buat kamu. Bukan apa yang kamu liat di masa depan kamu. Maaf juga aku kadang suka ga sengaja baca-baca chat kita yang dulu. Sumpah, beneran ga sengaja. Aku gapernah ngedelete chat kita jadi kalo misalnya aku ngesearch keyword apa gitu suka ada aja nama kamu nongol :( terus suka jadi baca-baca lagi deh. Tapi beda!! kalo baca chat kamu aku ga sedih, gak kayak kalo lagi dengerin playlist hahaha aneh ya, ga aneh sih soalnya kamu emang selucu itu. Makasih ya, kamu udah gaada aja masih bisa bikin aku ketawa.

Sampe kapanpun mungkin ini gabakal kamu baca, dan kalaupun baca paling kamu kesel marah jijik ilfeel karena udah ga nganggep aku ada dan emang ga ngarep aku ada di masa depan kamu dan kamu nyesel pernah berhubungan sama orang dependent kayak aku.. tapi aku cuma mau kamu tau, omongan aku di Desember itu masih aku pegang sampe sekarang.
Aku selalu sayang sama kamu Rak. Sampe detik ini ga berkurang sedikit pun.

Aku mendoakanmu yang terbaik. Semoga sehat selalu.
Saya sayang kamu.

5.2.17

memories come crashing down on me like waves, they never come one at a time, they always come all at once. They're competing againts each other inside my head. They fight for my attention, which could win the spaces in my head most.

Halo, semester dua.
Malam ini saya teringat orang itu lagi. Dia yang mengisi hari-hari saya, satu semester ke belakang.
Saya masih peduli ternyata
rasanya sakit, banget, perih.
Semesta lucu, setiap hari selalu punya cara buat mengingatkan aku atas eksistensi kamu.
It's killing me, reading your texts. your words. from back then.
It still is.

Tolong, bantu saya benci kamu
lebih dalam daripada ini
daripada kebohongan ini,
rak.

Semoga kamu sehat.

30.1.17

12-23-1995.


"I didn't mean to leave you hanging on
I didn't mean to leave you all alone
I didn't know what to say
I didn't know what to say....."

-Jimmy Eat World, 12.23.1995

Hey, terimakasih untuk playlist barumu, aku menemukan satu lagu baru favoritku.
Lagu yang judulnya sama dengan tanggal ulang tahunku.
Kau tahu tidak, sebenarnya, aku hanya ingin tahu perasaanmu
kepadaku
saat itu.
Sebelum yang buruk-buruk terjadi;
sebelum kamu memilih untuk mundur dan menghitamkan yang sudah mulai berwarna.


Aku memang delusional, ini hanya kebetulan saja kan?

Lagu dengan judul itu,
yang liriknya persis menggambarkan keadaanmu, ku.

Lagi,
saya tetap dan terus mendoakanmu bahagia, Z.

Teruslah.

22.1.17

Kenapa jadi seolah saya yang salah?
Kamu yang bodoh, kita memang bodoh, tapi sebelumnya tidak ada yang salah diantara kita.
It's crystal clear you push me away.
Kemana kamu yang selalu mau berusaha meluruskan yang bercabang-cabang?
Bahkan hanya menanyakan keadaan saja seolah sudah menjadi haram sekarang.

Intensinya sudah berbeda, Z.
Iya saya memang masih sama, perasaan saya padamu tidak akan pernah bisa diubah
tapi saya sudah berhenti dan menyerah
nyatanya melihatmu bahagia bersama dengan orang yang dengan mudahnya menyakitimu
membuatku ikut berbahagia. Ini ter-naif dari sejarah percintaan saya,
tetapi secara bersamaan.. ter..nyata?
Saya benar tersenyum melihatmu bahagia lagi, Z.
Walaupun sepintas masih terbersit jika saja wanita itu aku,
bukan yang sama dengan yang berkali-kali pernah menghancurkanmu dulu.

Kamu tidak pernah menyakitiku,
meninggalkanku.
Akupun sama.
Mungkin doa-ku hanya diaminkan Tuhan, belum saatnya kita bersama.

Sungguh, kapanpun kamu menengok ke belakang, aku masih akan tetap berdiri di sana.
Aku masih akan tetap mengingat caramu tertawa
dan cara matamu berbinar menyala
juga caramu menggenggam jaketmu yang berwarna hitam di tangan kananmu
di bangku depan Institute Francais siang hari itu.

Sejak saat itu, setiap aku ada di sana, kamu yang menjadi asosiasinya

Percakapan-percakapan kita di lobby, setelah filmnya selesai
mengenai Ataris yang kode akan datang ke Indonesia, ingat? Kau sangat bahagia
seperti anak kecil dibolehkan makan cokelat, hahaha
dan aku senang berbincang denganmu.

Bahagia selalu, Ze.

15.1.17

semoga kamu bahagia selalu, Z.

Saya mengingatmu melalui banyak celah udara
yang dihela kemudian dihembuskan kembali
wangi jaketmu yang berwarna hitam mengaliri sukmaku,
aku masih ingat betul bagaimana kelembutannya menusuk indra penciumanku.

Saya mengingatmu melalui hampa tatap yang bertukar di udara,
kala mata kita sama tertuju pada layar yang terletak tak jauh di depan kita
duduk bersebelahan, dan aku belum pernah merasa senyaman itu
bertukar pikiran melalui diam-diam yang menyelimuti seisi ruangan.

Saya mengingatmu melalui senyum tipis, kulit hitam manis, dan kemeja dengan corak-corak yang banyak
pun tawa-tawamu yang menghiasi langkah-langkah kita yang kemana entah
walaupun hanya sebentar tapi gemanya menyemesta
menetap di kepalaku sampai tak tahu, tak ada tenggat waktu.

Saya mengingatmu
kamu tidak perlu.

31.12.16

"Pergilah, kurelakan kau bebas. Aku hanyalah seorang yang kau pilih untuk merawat sayap-sayap patahmu, bukan menemanimu terbang."