hidup memang nyatanya hanya serentetan kebetulan-kebetulan
di siang-siang yang kita ada-adakan.
seperti dua gelas kopi susu
atau sepiring cemilan
yang tersaji di meja kita,
suatu siang, di kedai kopi dekat kampus kita.
Hari pertama kita bertemu.
Atau, seperti tawa dan senandung-senandung lagu
yang terdengar sungsang, di mobilmu
entah siang entah malam, sama saja
suaraku lebih merdu daripada milikmu.
Atau mungkin kesempatan yang kita punya
hanya sebatas dua lembar tiket masuk bioskop di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota
yang hanya dua atau tiga puluh menit utuh tersedia.
Aku ingat di sore yang hujannya cukup deras,
di sebuah surau di bilangan Blok M.
Tuhan baik sekali.
sayangnya, mungkin aku dan kamu sama-sama lupa
untuk mendoakan satu sama lain.
12.11.17
19.7.17
Turnover.
Sampe di Rossi sekitar jam 3an, sedangkan open gate jam 6. Awalnya mati gaya, soalnya cuma berdua sama Abi (Fandi Grabnya nyasar...) dan dia sangat pendiem jadi gue gabisa bawel-bawel banget :( ini sepatunya Abi, dan stiker pintu depan Rossi.
akhirnya Fandi dan temen-temen Fandi dateng... yang ternyata ada beberapa yang gue kenal juga. Jadi lah berkumpul turnover cabang Kota Bogor!
![]() |
| Joni, Bimo, Rivat, Reggy, dan Satria! |
![]() |
| gak apal, kebanyakan.... |
![]() |
| difoto oleh Fajrin. Ini juga bisa jadi bukti kalo malem itu Vans banyak banget gila. |
![]() |
| Sepatu gue dan sepatu Fandi. Gatau, lucu aja... |
![]() |
| kalo kata Kessa (gitarisnya) nama band doi disingkat jadi 11/12. |
thanks for making my whole month in advance, guys.
i owe you all.
All photos taken by Fujifilm Disposable Fashion 400
10.7.17
been a year or more.
Tell me all your fear,
it's nothing compared to how it feels.
When you slowly fade, won't you stand by me?
Cause what I see is that you're denying,
all the things we meant to be.
It's the perfect cold weather
I just wonder where you were?
It's the perfect cold weather
Do I feel this way alone?
3.7.17
Bahagia mungkin sederhana, yang rumit adalah perjalanan dan usaha-usaha menujunya.
Masa lalu selalu terasa lebih mudah, sesederhana karena kita telah melaluinya.
Dahulu memang rasanya mudah, indah, dan sederhana.
Sesederhana tanganmu yang menggandeng tanganku, di pusat perbelanjaan mana saja, yang letaknya kebanyakan di Selatan Jakarta. Malam-malam yang dilalui mata-mata kita yang sudah lelah tapi enggan menutup hari. Iya, aku rindu.
Aku rindu merasakan hujan sambil bertengkar denganmu. Kita bertengkar mau mendengarkan lagu apa. Kemudian lelah dan berujung aku yang mengalah.
Setiap hari gelap, disaat aku melintasi jalan-jalan tol dari atau menuju Jakarta.. aku selalu diam-diam berdoa, tiba-tiba saja kamu yang sedang duduk fokus menyetir di sebelahku.
Dulu, sederhana, bukan.
Semua sederhana sebelum aku berpikiran kemana-mana.
Pun kamu, sama.
Pilihannya hanya, berpisah dan berlari mengejar mimpimu, atau berdua berjalan pelan tapi entah, ke antah berantah.
Bagaimanapun, kamu tetap menjadi seseorang yang sangat berarti.
Terimakasih.
Sampai jumpa tanggal 8 nanti. :)
Masa lalu selalu terasa lebih mudah, sesederhana karena kita telah melaluinya.
Dahulu memang rasanya mudah, indah, dan sederhana.
Sesederhana tanganmu yang menggandeng tanganku, di pusat perbelanjaan mana saja, yang letaknya kebanyakan di Selatan Jakarta. Malam-malam yang dilalui mata-mata kita yang sudah lelah tapi enggan menutup hari. Iya, aku rindu.
Aku rindu merasakan hujan sambil bertengkar denganmu. Kita bertengkar mau mendengarkan lagu apa. Kemudian lelah dan berujung aku yang mengalah.
Setiap hari gelap, disaat aku melintasi jalan-jalan tol dari atau menuju Jakarta.. aku selalu diam-diam berdoa, tiba-tiba saja kamu yang sedang duduk fokus menyetir di sebelahku.
Dulu, sederhana, bukan.
Semua sederhana sebelum aku berpikiran kemana-mana.
Pun kamu, sama.
Pilihannya hanya, berpisah dan berlari mengejar mimpimu, atau berdua berjalan pelan tapi entah, ke antah berantah.
Bagaimanapun, kamu tetap menjadi seseorang yang sangat berarti.
Terimakasih.
Sampai jumpa tanggal 8 nanti. :)
11.6.17
the way is long but you can make it easy on me.
and somehow, why do i feel like we could always find a way to each other?
i hope this doesn't stay forever, or else, i'm fucked
we're fucked for good.
Nah, i think this is just the weirdest way to miss someone
and no i really, really hate to admit that
fuck
i miss you, Lang.
and somehow, why do i feel like we could always find a way to each other?
i hope this doesn't stay forever, or else, i'm fucked
we're fucked for good.
Nah, i think this is just the weirdest way to miss someone
and no i really, really hate to admit that
fuck
i miss you, Lang.
4.6.17
Beberapa hari ini lagi dibikin sibuk sama.... start up karya teman-teman (dan saya).
Gue gapernah nyangka bisa ada di posisi ini sih (again thanks to gilang for introducing me to tech business, start up and stuffs. I owe you much for this, a lifetime.) diminta nulis buat portal berita, ngebangun bareng bener-bener dari 0.
Semobil sama Luthfi yang ternyata se-SMA sama gue, dan sepinter itu. Juga sama Azmi, kenalan asal gue yang gapernah gue sangka bisa bawa gue ke sini sekarang. Sejauh itu.
Tadi sore habis meeting sama (calon) Web Developernya Terang dan tanggal 16 Juni nanti bakal ikut pitching di TechInAsia Ramadhan. Wow? Gue kira cuma gilang yang bisa begini. Nyatanya Tuhan menunjukkan bahwa gue juga capable buat berada disini, dan sedikit banyak bangga di umur gue yang masih 18 tahun udah bisa duduk semeja sama bapak-bapak yang lagi negosiasi dan ngomongin CMS-hosting-maintenance-HTML5-apalah itu. Terlebih, setelah kejiperan sana sini yang gue rasain, ternyata turns out artikel tulisan gue dianggep paling bener dan paling bagus dari seluruh tim redaksi, lol.
In the end, jadi orang yang dibutuhin di bidang yang gue suka, selalu menyenangkan.
Let's see what the future holds for us.
I'm making my own ripple, for now.
Gue gapernah nyangka bisa ada di posisi ini sih (again thanks to gilang for introducing me to tech business, start up and stuffs. I owe you much for this, a lifetime.) diminta nulis buat portal berita, ngebangun bareng bener-bener dari 0.
Semobil sama Luthfi yang ternyata se-SMA sama gue, dan sepinter itu. Juga sama Azmi, kenalan asal gue yang gapernah gue sangka bisa bawa gue ke sini sekarang. Sejauh itu.
Tadi sore habis meeting sama (calon) Web Developernya Terang dan tanggal 16 Juni nanti bakal ikut pitching di TechInAsia Ramadhan. Wow? Gue kira cuma gilang yang bisa begini. Nyatanya Tuhan menunjukkan bahwa gue juga capable buat berada disini, dan sedikit banyak bangga di umur gue yang masih 18 tahun udah bisa duduk semeja sama bapak-bapak yang lagi negosiasi dan ngomongin CMS-hosting-maintenance-HTML5-apalah itu. Terlebih, setelah kejiperan sana sini yang gue rasain, ternyata turns out artikel tulisan gue dianggep paling bener dan paling bagus dari seluruh tim redaksi, lol.
In the end, jadi orang yang dibutuhin di bidang yang gue suka, selalu menyenangkan.
Let's see what the future holds for us.
I'm making my own ripple, for now.
Thanks for being alright and here's for another day of being alright
Hi! June has been really great so far (wtf it's only been three days?!)
Membuka bulan ini dengan teleponan sama Gilang, aneh kan?
Iya ceritanya kita merayakan kebodohan dan gagalnya 2 tahunan. Hahahaha ya enggak lah.
Gue cerita tentang kebimbangan yang lagi sangat gue pusingkan... Gini deh, kalo udah urusannya nyangkut masa depan, pengalaman, apapun itu yang resikonya besar, gue selalu pengen tahu sudut pandang Gilang. After all this time, his head and his point of view has always been the best, the most logical and suits me best. Ya ga cuma gue aja sih yang berpikiran kayak gitu, tapi juga lingkungan kerjanya. That's why he deserves the title Co-Founder and CSO before his full name.
Yup, bocahnya sekarang lagi menjalani kehidupan sibuknya sebagai seorang co-founder.
Gue? ya ikutan seneng lah, banget. Selama ini cuma ngeliat sekilas kerjaannya dia apa, dia yang udah jadi pembicara dimana-mana sekarang, tapi ya itu tadi cuma bisa catch up sekilas karena gue juga sibuk. Jadi mikir kalo "masih" gimana, atau kalo aja gue udah kuliah waktu itu, mungkin ceritanya juga bakal beda lagi ya.
Lucu, gapernah bisa sebentar kalo ngobrol sama gimo. Tau-tau udah 2 jam aja. Bocahnya sibuk, banget. Bolak-balik Yogya Jakarta terus, dan malam itu pun dia lagi di jogja. Kita ngetawain banyak banget, yang udah kelewat, yang mau gue lewatin, yang dia lagi lewatin. Terus ngomongin silicon valley juga! gue ga nyangka dia nonton karena dari dulu gilang paling susah disuruh nonton tv series. Jadinya debat siapa yang paling lucu, akhirnya dia ngalah dan setuju gilfoyle dinesh itu paling lucu se silicon valley.
So why him? I don't know. Lagipula gaada nyesel-nyeselnya sama sekali gue ngobrol sama dia, regardless of sesakit apa gue dulu gara-gara gilang.
"Gini ya, I've stopped living by fear. Aku mau kamu juga gitu. Jangan ngelakuin sesuatu karena kamu takut nyesel lah, atau takut apapun itu. Lakuin sesuatu karena kamu emang mau ngelakuin itu, bukan karena alesan takut apapun. Believe me. Stop living by fear."
Membuka bulan ini dengan teleponan sama Gilang, aneh kan?
Iya ceritanya kita merayakan kebodohan dan gagalnya 2 tahunan. Hahahaha ya enggak lah.
Gue cerita tentang kebimbangan yang lagi sangat gue pusingkan... Gini deh, kalo udah urusannya nyangkut masa depan, pengalaman, apapun itu yang resikonya besar, gue selalu pengen tahu sudut pandang Gilang. After all this time, his head and his point of view has always been the best, the most logical and suits me best. Ya ga cuma gue aja sih yang berpikiran kayak gitu, tapi juga lingkungan kerjanya. That's why he deserves the title Co-Founder and CSO before his full name.
Yup, bocahnya sekarang lagi menjalani kehidupan sibuknya sebagai seorang co-founder.
Gue? ya ikutan seneng lah, banget. Selama ini cuma ngeliat sekilas kerjaannya dia apa, dia yang udah jadi pembicara dimana-mana sekarang, tapi ya itu tadi cuma bisa catch up sekilas karena gue juga sibuk. Jadi mikir kalo "masih" gimana, atau kalo aja gue udah kuliah waktu itu, mungkin ceritanya juga bakal beda lagi ya.
Lucu, gapernah bisa sebentar kalo ngobrol sama gimo. Tau-tau udah 2 jam aja. Bocahnya sibuk, banget. Bolak-balik Yogya Jakarta terus, dan malam itu pun dia lagi di jogja. Kita ngetawain banyak banget, yang udah kelewat, yang mau gue lewatin, yang dia lagi lewatin. Terus ngomongin silicon valley juga! gue ga nyangka dia nonton karena dari dulu gilang paling susah disuruh nonton tv series. Jadinya debat siapa yang paling lucu, akhirnya dia ngalah dan setuju gilfoyle dinesh itu paling lucu se silicon valley.
So why him? I don't know. Lagipula gaada nyesel-nyeselnya sama sekali gue ngobrol sama dia, regardless of sesakit apa gue dulu gara-gara gilang.
"Gini ya, I've stopped living by fear. Aku mau kamu juga gitu. Jangan ngelakuin sesuatu karena kamu takut nyesel lah, atau takut apapun itu. Lakuin sesuatu karena kamu emang mau ngelakuin itu, bukan karena alesan takut apapun. Believe me. Stop living by fear."
Langganan:
Postingan (Atom)









