"tak terasa gelap pun jatuh, diujung malam menuju pagi yang dingin... hanya ada sedikit bintang malam ini, mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya"
kau tertawa setelah menyanyikan bait-bait manis itu untukku. aku hanya mampu terdiam dan terkubur dalam senyumku sendiri. tak pernah sebelumnya aku merasa seistimewa ini.
saat itu pukul dua pagi. 2 jam melewati batas janji waktu tidurmu.
kita bertukar cerita; tentang apa saja yang mengusik jiwa.
dengan sesekali diselipi canda yang hanya aku dan kamu yang mengerti apa maksudnya.
"i like her cause she's smart, headstrong and independent. she puts me in my place, but i don't know where i stand. and if only i could find the words, or muster up the nerve to tell her, i'll never forget her and she'll always have a part of me."
kita tertawa setelah menyanyikan lagu milik Neck Deep itu, setengah berteriak di dalam mobilmu. aku hanya bisa mengulum senyum sambil memperhatikan jalan.
saat itu pukul 4 sore. jalanan padat, kau memintaku untuk menemanimu sebentar,
aku mengiyakan karena penat memang sedang berbayang dalam pikirku. kamu heroin, yang membuatku sejenak lupa akan hal-hal yang seharusnya tak kulupa.
"Baby i'm yours, and i'll be yours until the stars fall from the sky. yours, until the rivers all run dry. in other words.. until I die"
aku tersenyum sambil menyenandungkan lirik yang indah itu, memutarnya berulang kali sambil menunggu unduhannya selesai.
aku pribadi yang sangat benci band yang menyanyikan lagu itu sebelumnya.
sampai kamu menyuruhku mendengarkan lagu itu.
---
saat itu pukul setengah empat sore; pertama kalinya aku bertemu denganmu sedekat itu.
kamu adalah sebuah penyesalan yang indah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar