Satu minggu yang lalu.
Aku tidak pernah suka menyombongkan diri,
pun aku bukan orang congkak yang hobi menggembar-gemborkan satu dan lain hal.
Tapi kali ini berbeda.
Aku ingin bercerita, sekalian pamer saja,
tentang ceritaku satu minggu yang lalu.
Yang kuhabiskan bersama ibu, kakak, tante, dan kamu.
Kamu-ku.
Sebuah kebahagiaan yang tidak bisa didefinisikan, sebab aku belum pernah merasakannya sebelumnya.
semuanya.
Semua bagiannya.
aku yakin kamupun tidak akan tahu apa namanya
perasaan yang tiba ketika melihat pasanganmu tertawa-tawa dengan kakakmu.
Percayalah, itu benar-benar sebuah perasaan yang baru.
Sekarang aku mau bercerita tentang malam mingguku.
Di atas kereta yang bergerak searah, yang kaca-kacanya memantulkan cahaya dari lampu-lampu kota Kuala Lumpur.
Kita berdiri saling mengaitkan tangan, menertawakan hal-hal lucu yang tidak ada di negeri kita berasal.
Kala itu hujan gerimis, awalnya. kita memasuki sebuah pusat perbelanjaan.
dan masih saling bergandeng tangan.
Aku suka waktu kamu mengajakku memasuki sebuah galeri lukisan di sana
Kita sok tahu
tapi tak apa, karena kamu bersamaku.
Lalu dua jam pun berlalu,
ah,
betapa waktu cepat melaju, kala kuhabiskan denganmu.
Kita duduk di atas kereta yang terus melaju
sambil sedikit kebasahan, kurebahkan kepalaku di bahumu.
Aku senang, kamu menerima lagu kesukaanku waktu itu.
St. Patrick's Day-nya Mr. Mayerku.
Kamu yang terlelap sebentar, dan aku yang tersenyum memandangimu.
Ku tutup hari itu sambil terus tersenyum, dan tak melepaskan genggamanku darimu.
dan kucium pipi kananmu yang lucu.
Aku sangat suka kamu
aku
dan Kuala Lumpur milik kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar