16.1.16

Aku baru saja menyadari satu hal.
3 tahun ini, berlalu cepat sekali.
Bukan, bukan cepat yang biasa-biasa saja.
Ini cepat sekali.
Bagaimana cara, satu hari terasa lama, tapi 3 tahun terlalu cepat rasanya?

Jika saja,
hanya jika,
Aku diperbolehkan mengulang masa.
Aku sudah tahu ingin bagaimana.

Mungkin rasa sesal itu sedikit ada; aku merasa kurang tertempa.
Masih manja dan begitu-begitu saja.

Kalau, kalau saja,
Waktu mengizinkanku.
Untuk menarik kembali kata-kataku,
"Aku tidak akan merindukan ini semua. Aku ingin cepat keluar saja, memulai hidup baru di dunia perkuliahanku. Masa SMA-ku payah. Kurikulumku lebih. Pengajarannya berbeda. Sistemnya apalagi."

Nyatanya, aku berdiri 3 bulan sebelum semua ini berakhir.
Dan pikiranku, bekerjasama dengan penglihatanku.
Ia memutar kembali semua yang telah aku lalui.

Dari mulai keringat yang menetes, ketakutan yang menggetarkan,
hingga tawa-tawa yang dilewatkan begitu saja

Ada, ada begitu banyak hal yang aku sesali.
Nyatanya, masa SMA-ku tidak sama sekali.

Jika, jika saja
Tuhan memperbolehkan,
Aku ingin mengulangimu lagi.
Sekali lagi.
Mencoba terjun ke salah satu organisasi yang menerima dengan tangan terbuka,
Mencoba pulih dari luka lebih cepat dari yang seharusnya,
Mencoba membumi dan jatuh cinta dengan sesama,
Jika saja. Aku menyadari hal ini, 2 tahun yang lalu.

Aku akan merindukanmu, dan ini semua.

Apa yang ditinggalkan, akan terluka, dan tak akan lagi sama.
Begitu yang selama ini terjadi, bukan?

Tak bisa dipaksakan, karena memang itulah jalan yang harus dilewati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar