"Terkadang, nonton satu film yang sama, bakal beda maknanya kalo nonton di umur yang beda juga."
Itu kata-katamu yang paling aku ingat, dari obrolan kita kemarin malam. Jika bicara kesamaan, sudahlah, ini entah sudah keberapa-ratus-kali ucapanmu aku aminkan, atau sebaliknya.
Kata-katamu itu bukan sesuatu yang baru, karena aku tahu, memang seperti itu hukumnya.
Sore ini, aku menonton lagi salah satu film dari salah satu novel kesukaanku, Perahu Kertas. Jauh sebelum filmnya keluar, aku telah menjadi penggemar berat Kugy dan Keenan. Seingatku, aku membelinya di tahun 2009; dan habis kubaca hanya dalam waktu 4 jam.
Di tahun 2012-kali pertama aku menonton filmnya-aku merasa Kugy menjatuhkan pilihan yang tepat, mengejar Keenan sampai ambang batas. Tapi tadi sore, pandanganku sudah jauh berbeda dibandingkan 4 tahun yang lalu. Bagaimana bisa sosok sesempurna Remigius Aditya dicampakkan begitu saja?
Pernah aku membaca, "The older you get, the more you understand Summer Finn's choices."
Well, yes, i think i get the idea, now.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar