6.8.16

Gabisa tidur #2 padahal harus bangun jam 4 pagi.

Saya sedang tidak merasakan apa-apa, lebih tepatnya tidak ingin merasakan apa-apa.
Mungking saya takut untuk merasakan hal yang sama,
atau bahkan trauma.

Atau saja, saya yang memang payah dan menolak keluar dari lingkaran setan buatan saya sendiri.

Saya akui, saya ternyata masih menginginkan dia.
Sosok paling sempurna untuk saya,
menurut saya.
Mungkin menurut Tuhan berbeda.
Mungkin menurutnya juga beda.

Susah ya jadi manusia yang susah melangkah tapi mudah terjatuh.
Begitulah saya,
susah melangkah
mudah terjatuh.

Untuk kamu, si self-proclaimed  pengidap distantophobia,
saya rindu.
Saya harap kamu baik-baik saja.
Semoga skripsinya cepat selesai ya.

Boleh kan saya tetap menyimpan rasa?
Sampai saya bertemu satu yang sama sepertimu lagi.

Semoga hidupmu tenang dan bahagia.
Saya selalu berusaha mendoakanmu,

z.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar