25.9.20

4 tahun

Mesin waktu paling mutakhir yang berhasil diciptakan manusia,
masih sesederhana mata yang terpejam, hening, dan kepala yang berkelana.
Seperti milikku yang seringkali membawaku menjelajahi tempat-tempat
dan waktu-waktu di masa lalu, 
yang aku sendiri sudah mulai lupa pernah berada disana.

Malam-malam di Pasar Minggu, 
menyantap bubur kacang hijau bersama Ishaq.
Bercerita mengenai sebuah nama yang ternyata -- 
sampai detik ini, masih menjadi penting
Atau Kancil lama, pukul 8 malam. Zaka, Denisa, dan masih saja Ishaq.

Hidup begitu sederhana, 
di sebagian hari lainnya.
Aku yang menghabiskan waktu makan siang menemani Rakha 
menghabiskan 3 batang rokok dan segelas kopi hitam.
Atau bercengkrama hingga dini hari, menjadi penghuni terakhir kedai kopi.

Mesin waktu ini mutakhir sekali
tidak hanya wajah, tempat, dan waktu
aku dibawanya berjelajah sambil merasa
menyadari bahwa dahulu sederhana saja.
Bahagia sesederhana tautan tangan yang hangat 
disaat hujan melanda.

Jika saja tubuhku juga bisa dibawanya ke sana.
Aku mau pergi, kembali ke hari ulang tahunku yang ke-18.
Akan kutarik semua kata-kataku yang membuatmu ragu dan ingin mundur saja.

Harusnya semua bisa sempurna, kamu yang hadir di kotaku,
membawakanku sebuah buku yang tebalnya minta ampun
patung Darth Vader yang sampai saat ini masih kupajang di kamarku.
Dan lukisan wajah yang pun sampai saat ini, masih kujadikan pembatas buku darimu.

Duniaku hancur saat itu, kamu yang menghancurkannya.
Apa jadinya kalau-kalau, kita bisa baik-baik saja?
Menjalani hari ulang tahunku selayaknya pasangan lain pada umumnya
menyesap kopi dingin, dan menyanyikan senandung panjang umurnya

Apa jadinya, kalau-kalau, kamu bisa baik-baik saja?
Mandi 2 kali sehari seperti orang lainnya,
Tidur 4 jam sehari seperti manusia biasa.
Apa jadinya? Kalau-kalau, aku tidak sejatuh cinta ini sejak awalnya?

Ah, untungnya mesin waktu ini mudah sekali mengoperasikannya.
Aku hanya tinggal membuka mata dan tersenyum seolah sedang baik-baik saja.
Walaupun ada yang tanggal dan membasahi pipi dan pelupuk mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar