Waktu saat itu berjalan dengan cepat. Kita sedang menikmati rintik hujan dari dalam mobilmu.
Saat itu kita baru saja menonton sebuah film yang menurutku tidak begitu seru. Tetapi tentu menyenangkan; karena itu denganmu.
Aku memang tidak begitu suka adegan yang kena tanggung; dan sering marah-marah sendiri karenanya.
"Kenapa? Gemes ya?" dan kamu tertawa sambil terus memperhatikanku.
Studio tidak begitu ramai sore itu. Aku khawatir obrolan kita terdengar jelas sampai ke penjuru ruangan. Kau mengenakan kaos berwarna putih, yang lucunya kau beli dari mall yang sama.
"Kaos ini nyarinya susah. Tinggal satu lagi. Keren kan 3d 3d gitu?" aku hanya tersenyum mengiyakan. dalam hati sedikit merutuk mendengar harga selembar kain itu.
Muka seriusmu sangat lucu. Aku suka memperhatikannya dari kegelapan.
Sahabatku ini memang paling mengerti, walaupun hanya terkadang.
"Yaudah gue kesana, kasian lu kalo sampe keujanan." aku kembali tersenyum, ia selalu tahu bagaimana cara mengembalikan moodku yang rusak.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatmu,
mendengarmu,
kaulah yang terhebat."
kaulah yang terhebat."
selalu ada sedikit senandung yang terselip dalam pembicaraan kita. Walaupun aku sedikit heran, mengapa hari itu kita tidak mendengarkan lagu dari handphonemu.
But you can never go wrong with Prambors, don't you? hahaha.
Kesal tidak kesal, jalanan kota waktu itu lengang. Padahal aku ingin menghabiskan waktu sendiri bersamamu lebih banyak.
Hei, kau tahu. Diam saja kamu bisa membuatku bahagia.
I do reminisce your scent. Your parfume. Even you car's scent; it's glued to my mind.
"Heart beats fast,
Colors and promisesHow to be brave?
How can I love when I'm afraid to fall?
But watching you stand alone....
All of my doubt,
Suddenly goes away somehow."
aku sedikit ingin menampar pembawa acara Prambors saat itu. Terjebak hujan bersamamu dengan lagu seperti itu; dan kita berdua menikmatinya sambil bersenandung.....
ah tidak, mungkin akan kukirimkan peluk dan kecup saja ke pembawa acara tersebut.
"Kemana kau selama ini,
bidadari yang kunanti?
kenapa baru sekarang
kita dipertemukan?"
bidadari yang kunanti?
kenapa baru sekarang
kita dipertemukan?"
-untuk kepala rusa-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar