4.12.14

mungkin kita sama-sama sudah lupa,
tentang bagaimana dulu kita saling bercerita,
tentang hal yang hanya dimengerti kita berdua.

Kita pernah terduduk dalam sebuah kafetaria,
kau ceritakan tentang perempuanmu, aku tentang lelakiku.
Bukankah ini seperti sebuah lelucon?
Menceritakan seseorang yang kau kira aku cinta,
padahal sesungguhnya terduduk ia dihadapanku.

Kita tidak pernah seutuhnya saling menatap.
Keberanianku belum sebesar itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar