"Saya bisa merasakan bahwa ada mekanisme pertahanan yang biasanya kamu bangun untuk diri kamu sendiri, supaya orang tidak melihat sisi kamu yang lainnya, tetapi jauh-jauh di dalam hatimu saya percaya bahwa kamu itu berbeda. Kamu punya visi. Walaupun pada saat ini mungkin belum kelihatan.
Saya bukan hanya sedang tergila-gila, saya sedang mendoakan kamu setiap hari. Semoga kelak, kita bertemu walaupun saat ini mungkin jalan-jalan kita bercabang."
-oleh perempuansore.
Saya merupakan pribadi yang sangat bertolak-belakang; semacam berkepribadian ganda, atau lebih, mungkin.
Saya sangat senang tertawa dan menertawai; saya senang berbicara dan bertutur kata.
Saya sangat senang menyendiri, sangat senang pula menuliskan perih dan berpuisi.
Laki-laki bertubuh sedikit gempal dan berkacamata, adalah tipe yang orang lain tahu saya sukai.
Tapi tidak, tidak sampai saya dipertemukan olehmu. Badanmu kecil, tinggi, tidak berkacamata.
Sungguh bertolak belakang, bukan? Saya kepadamu memang bukti konkrit; bahwa cinta itu membutakan.
Sepele, tapi jangan disepelekan. Entahlah, saya tidak pernah se-membingungkan ini sebelumnya. Begitupun kamu, kan?
Saya mungkin telah jatuh cinta dengan penuh kesederhanaan, sesederhana lekukan senyum dan suara hembusan nafasmu. Sesederhana kedipan matamu, sesederhana baris gigi putihmu.
Jika mendoakanmu perlu ukuran waktu, doaku takkan pernah tercatat jam dindingmu.
Melancar ia di setiap menitnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar