15.9.15
10.9.15
"What is bad for your heart is good for your art."
Jika susunan kata diatas adalah berhala, saya penyembah paling setianya.
entah, saya memang seperti ini.
baru produktif berkarya malah ketika sedang terluka.
mengerti, kan, kenapa dinamakan "happy ending"?
Bukan, bukan karena memang sudah ending.
Penulisnya gatau, apa yang harus dituliskan begitu muara suatu cerita sudah terhenti di titik bahagia.
Bahagia bukan berarti stagnansi, hanya saja, ritme yang semenjak dulu dibangun, sudah jadi lebih teratur.
Ritme yang fluktuasinya seperti detak jantung atlet yang sehabis lari, berganti menjadi detak jantung orang yang hampir mati.
Bahagia itu menyenangkan, dan tentunya menenangkan.
Hidup bagai berjalan di atas garis lurus yang langkahnya tegap dan pasti, tidak takut tergoyah angin.
Dan saya akui, saya bahagia.
Jika kamu merupakan salah satu orang terdekat saya, yang sering saya rutuki ketika kesal karena semalam beradu mulut dengannya,
percayalah,
saya tidak pernah sepenuhnya emosi kepadanya.
Saya tidak mau menjadi bodoh dan menyesal nantinya.
Saya tidak tahu apakah pada akhirnya, dia satu-satunya,
tetapi, untuk saat ini, saya hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Jika susunan kata diatas adalah berhala, saya penyembah paling setianya.
entah, saya memang seperti ini.
baru produktif berkarya malah ketika sedang terluka.
mengerti, kan, kenapa dinamakan "happy ending"?
Bukan, bukan karena memang sudah ending.
Penulisnya gatau, apa yang harus dituliskan begitu muara suatu cerita sudah terhenti di titik bahagia.
Bahagia bukan berarti stagnansi, hanya saja, ritme yang semenjak dulu dibangun, sudah jadi lebih teratur.
Ritme yang fluktuasinya seperti detak jantung atlet yang sehabis lari, berganti menjadi detak jantung orang yang hampir mati.
Bahagia itu menyenangkan, dan tentunya menenangkan.
Hidup bagai berjalan di atas garis lurus yang langkahnya tegap dan pasti, tidak takut tergoyah angin.
Dan saya akui, saya bahagia.
Jika kamu merupakan salah satu orang terdekat saya, yang sering saya rutuki ketika kesal karena semalam beradu mulut dengannya,
percayalah,
saya tidak pernah sepenuhnya emosi kepadanya.
Saya tidak mau menjadi bodoh dan menyesal nantinya.
Saya tidak tahu apakah pada akhirnya, dia satu-satunya,
tetapi, untuk saat ini, saya hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya.
30.7.15
"I never make a good liar. All people know that.
I never found any good listeners than a blank of paper and a healer than the warmth of sunrise.
Yes, it sounds too lonely. But I think that is who I really am.
Solitary is the best word to describe. As dry and windy as my elementary school field when all kids went home earlier. And all I can do is take a deep breath with a blank stare.
I want to go somewhere far alone, making peace with all the feelings that have been growing quite long. Say some deep wishes and prayers to those loved fellows, then close my eyes, and take a deep breath.
There is a phase that I think everybody will face. The time when old photos are the things that you seek for. When the weather, the smell, the feeling of the moments captured in the pictures easily come into the nerves of your body. When your head is like a busy metropolitan city that you can’t get rid of. And when you feel that you just want to be with nobody and leave all of your responsibilities behind."
2.7.15
"...you're: my favorite December.
and i'm January, but we're on the same calendar."
Hai Lola,
baikkah kabarmu?
Tidakkah kau rindu keberadaanku?
Saat kita masih menertawakan kesamaan,
bukan meratapi perpisahan.
Lola,
katamu semua karena ini rahasia kita.
Lola, Lola.
Kau masih saja senang mengumbar janji yang belum pasti.
Seperti saat ini aku terdiam menunggu kabar darimu,
kau bilang iya, nanti, pasti aku beri tahu.
Tahukah kamu, Lola, terkadang aku berpikir
kita adalah sejiwa yang terbagi dalam dua raga.
Begitu banyak kesamaan yang tak disengaja.
Begitu banyak persamaan yang bahkan kita tak menyadari sebelumnya.
Kau gemar mempermaikanku rupanya, Lola.
Aku selalu mengalah dan memilih percaya.
Lola yang tidak suka beradaptasi,
Lola tidak suka memaksakan diri.
Lola,
Kita sama-sama suka hujan,
pun sama tidak suka kehujanan.
Hujan-pun yang mempertemukan kita bukan?
Lola,
Kita sama-sama gila akan merdu elegi, suara waloni
ataupun lengking indah vokal utami.
kau rela menghabiskan sepenuh hari, mencari-cari nada dan kunci.
Lola,
Kita sama-sama tidak suka sepatu putih.
maupun merdu ode ramondo.
Jaga dirimu, Lola.
Jaga selalu.
Sampai aku yang bisa menjaganya untukmu.
Mungkin di pertemuan selanjutnya
Mungkin dengan perantara doa
Mungkin dalam wujud selimut yang kau peluk saat kau nyaris mati beku, seperti waktu itu.
Mungkin tidak sekarang atau nanti
tetapi pasti,
Lola.
5.6.15
Pengar kepalaku
Terbangun dan memandang ke sekeliling kamar.
Mencoba mencari jejakmu yang kupikir tadi malam singgah sebentar.
Aku merasa sudah tidak perlu menengok keluar;
terlalu hingar,
Macam di pasar.
Aku bukan seperti wanita-wanitamu yang mencintai bingar.
Kupikir aku lebih cocok disandingkan dengan kesunyian, dengan sedikit petikan gitar.
Aku pernah mencoba menatap ke dalam mataku sendiri.
Nanar.
Bukan karena kosong,
tapi karena kamu masih berada disana.
Dan hanya ada disana.
Terbangun dan memandang ke sekeliling kamar.
Mencoba mencari jejakmu yang kupikir tadi malam singgah sebentar.
Aku merasa sudah tidak perlu menengok keluar;
terlalu hingar,
Macam di pasar.
Aku bukan seperti wanita-wanitamu yang mencintai bingar.
Kupikir aku lebih cocok disandingkan dengan kesunyian, dengan sedikit petikan gitar.
Aku pernah mencoba menatap ke dalam mataku sendiri.
Nanar.
Bukan karena kosong,
tapi karena kamu masih berada disana.
Dan hanya ada disana.
2.6.15
Dan aku jatuh cinta,
pada setiap detik yang telah kita habiskan berdua.
Dan aku jatuh cinta,
pada setiap nada yang pernah kita nyanyikan dibawah hujan.
Dan aku jatuh cinta,
pada setiap kata yang kau labuhkan kedalam jiwa, menghangatkanku disaat dunia sedang gila.
Dan aku jatuh cinta,
pada setiap tawa yang lepas dan mengukung bebas, membuat aku terhempas.
Dan aku jatuh cinta.
pada setiap detik yang telah kita habiskan berdua.
Dan aku jatuh cinta,
pada setiap nada yang pernah kita nyanyikan dibawah hujan.
Dan aku jatuh cinta,
pada setiap kata yang kau labuhkan kedalam jiwa, menghangatkanku disaat dunia sedang gila.
Dan aku jatuh cinta,
pada setiap tawa yang lepas dan mengukung bebas, membuat aku terhempas.
Dan aku jatuh cinta.
Langganan:
Postingan (Atom)

