"Pergilah, kurelakan kau bebas.
Aku hanyalah seorang yang kau pilih untuk merawat sayap-sayap patahmu,
bukan menemanimu terbang."
31.12.16
Bagiku, pertemuan dengan seseorang yang spesial, jika diibaratkan, mungkin cocok dengan hadir dan menghilangnya kembang api yang sangat besar.
Tentu berbeda setiap insan, tapi polanya tidak jauh berbeda.
Melesat, panas, membara, meledak, dan hilang.
Semenyedihkan apapun rasanya melihat kembang apimu habis termakan udara dan waktu,
kembang api itu tetap akan meninggalkan senyum di wajahku.
Terimakasih 2016,
Terimakasih kembang apiku, Ra.
Ajaranmu terlampau banyak.
Semoga selalu sehat, Tuhan memberkatimu.
21.12.16
excerpt from words that move us up until this day--semoga kamu ingat.
it's not about you, nor your inconsistency. No, it's not about you.
It's about me, again i'm sorry it's always about me..
I'm sad, i'm sad to see those pretty eyes of yours; that eventually potray your feelings to her, even more meaningful than your trembling words.
I'm sad that i know you love her that much. I could see. It's my specialization, remember? i'm majoring in psychology. (sombong)
Well, i don't know either. To be honest, aku juga gatau. Aku bener-bener gatau harus gimana. I don't really care about labels or statuses, they can get the fuck off. All i care about is your feeling, i want to know what state are you standing in.
I could see from your eyes, i could hear from your trembling voice. You do love her, you did, and you still are. The only reason why you never think you're ready is because you don't want to be ready. You expect things to be as good as it was the first time you meet her and (i'm going to sound so judgmental i dont care) believe me, it won't. What concrete things have you done to get yourself prepared to start anew? or haven't you ever think about starting--at all?
If it's for myself, i'm sad because i feel like i don't deserve to be loved by anyone; to make it credible, even after 10 months of relationship with my last ex, he told me he never loved me, ever, and don't think that he could, ever. If you ask me what state i'm standing in right now? I guess i'll answer it with, I don't believe in love. Love is an illusion that human mind created. BEda sama sayang, aku tau sayang itu gimana rasanya. But love? What is love? gaada. Gaada measurementnya.
Aku mau punya suatu hubungan yang sangat loose, yang riang, yang ga nambah-nambahin beban satu sama lain. "When we manage to love without any expectation, things will get easier."
It's hard, this state, i know. But i've been through it, i got through it. I want to make you happy, let's make each other happy. I want to help you--but the question is, apa kamu udah mau keluar dari labirin yang kamu buat sendiri? Kapan kamu mau siap kalo efffort untuk menyiapkan aja gaada?
Sejujurnya, sebelum ketemu kamu, aku udah males banget sama yang namanya memulai hubungan lagi, apalah itu, Aku males harus drown in jealousy lagi. Harus terikat lagi. Dan ketika sekarang aku memutuskan buat membuka diri aku ke kamu, aku mau lepas dari belenggu itu--kecemburuan, semua keribetan yang menjadi konflik utama sebuah hubungan. Tapi bakal beda ceritanya kalo kamu masih memilih berhenti dan terikat di belenggu milikmu. Aku cuma mau kamu tau aku udah lepas dari belenggu itu.
I'm not asking anything from you. Just your time and our togetherness and your laughter. I'm not keeping you from going, I'm not going anywhere either, Rak. Aku ada disini buat kamu, no matter what situation you're at. Aku sayang kamu.
It's about me, again i'm sorry it's always about me..
I'm sad, i'm sad to see those pretty eyes of yours; that eventually potray your feelings to her, even more meaningful than your trembling words.
I'm sad that i know you love her that much. I could see. It's my specialization, remember? i'm majoring in psychology. (sombong)
Well, i don't know either. To be honest, aku juga gatau. Aku bener-bener gatau harus gimana. I don't really care about labels or statuses, they can get the fuck off. All i care about is your feeling, i want to know what state are you standing in.
I could see from your eyes, i could hear from your trembling voice. You do love her, you did, and you still are. The only reason why you never think you're ready is because you don't want to be ready. You expect things to be as good as it was the first time you meet her and (i'm going to sound so judgmental i dont care) believe me, it won't. What concrete things have you done to get yourself prepared to start anew? or haven't you ever think about starting--at all?
If it's for myself, i'm sad because i feel like i don't deserve to be loved by anyone; to make it credible, even after 10 months of relationship with my last ex, he told me he never loved me, ever, and don't think that he could, ever. If you ask me what state i'm standing in right now? I guess i'll answer it with, I don't believe in love. Love is an illusion that human mind created. BEda sama sayang, aku tau sayang itu gimana rasanya. But love? What is love? gaada. Gaada measurementnya.
Aku mau punya suatu hubungan yang sangat loose, yang riang, yang ga nambah-nambahin beban satu sama lain. "When we manage to love without any expectation, things will get easier."
It's hard, this state, i know. But i've been through it, i got through it. I want to make you happy, let's make each other happy. I want to help you--but the question is, apa kamu udah mau keluar dari labirin yang kamu buat sendiri? Kapan kamu mau siap kalo efffort untuk menyiapkan aja gaada?
Sejujurnya, sebelum ketemu kamu, aku udah males banget sama yang namanya memulai hubungan lagi, apalah itu, Aku males harus drown in jealousy lagi. Harus terikat lagi. Dan ketika sekarang aku memutuskan buat membuka diri aku ke kamu, aku mau lepas dari belenggu itu--kecemburuan, semua keribetan yang menjadi konflik utama sebuah hubungan. Tapi bakal beda ceritanya kalo kamu masih memilih berhenti dan terikat di belenggu milikmu. Aku cuma mau kamu tau aku udah lepas dari belenggu itu.
I'm not asking anything from you. Just your time and our togetherness and your laughter. I'm not keeping you from going, I'm not going anywhere either, Rak. Aku ada disini buat kamu, no matter what situation you're at. Aku sayang kamu.
16.12.16
for the center of mine when i spin away.
Kata Dilan, rindu itu berat. Tapi tidak menjawab, ya?
Lalu, apa itu rindu?
Jika rindu adalah tanaman,
mungkin airnya terbuat dari jarak
dan waktu
dan aku dan kamu
yang sedang tidak terduduk bersama
di kedai kopi yang entah namanya apa
pukul 5 sore.
Tenang saja, aku sudah berdamai dan berteman baik dengan rindu
tidak lagi memusuhinya seperti dulu.
Benar kata Barasuara. Menerima dan berdamai dengan itu.
aku tahu
rindu ada agar cangkir-cangkir kopi
dan tawa-tawa
serta cerita-cerita tentang apa saja
di pertemuan kita yang berikutnya,
terasa manis
jauh lebih manis
dari pertemuan yang sebelum-sebelumnya.
Rindu juga berarti doa ku untukmu yang kubisikkan lewat doa-doa kepada Tuhan
sedang berjalan perlahan menujumu,
aku amat senang melihatmu berkembang
akupun sama.
Sudah saatnya mendewasa, dan ya
sekali lagi, aku sudah berdamai dengan perasaan ini
perasaanku terhadapmu
rindu-rindu itu.
Aku sayang kamu, Suryandaru.
Mari berbahagia dan tumbuh menjadi lebih baik lagi.
:)
10.12.16
Sepucuk Surat Untuk bulan Mei.
Halo, kamu. Yang kepalanya dipenuhi tanda tanya, huru hara
yang kesehariannya tidak menentu.
Tidak, aku tidak rindu. Siapa pula aku, tidak punya hak merindukanmu.
Hanya ingin berterima kasih saja, aneh ya.
Tiba-tiba bersyukur kamu pernah menelponku di suatu malam, dan kita pernah tertawa berdua saja
Membicarakan Gema Semesta. Ahmad. Fulan. The Goonies. Pee Wee Gaskins. Meera. Jon Snow. Ika Natassa. Atau masa SMA mu yang kamu lewati mencari gig-gig murah sekedar untuk mendongkrak naik nama band yang kau manageri itu.
Z, aku harap apapun yang kamu laukan sekarang membuatmu setidaknya tidak tersakiti.
Bahagia kata yang berat bukan, untuk orang semacam kita berdua.
Melihatmu yang sudah mengurangi tendensi untuk berbuat hal-hal membahayakan--atau buah dari pemikiran-pemikiran depresifmu--lewat twittermu saja aku sudah senang.
Oh iya, teruslah membuat moodboard dan memotret. Dari dulu aku selalu suka dengan hasil-hasil karyamu.
Teruslah membuat mixtape dan hal-hal yang membuatku jatuh cinta lainnya.
Aku selalu kagum dengan pandangmu yang seluas semesta.
yang kesehariannya tidak menentu.
Tidak, aku tidak rindu. Siapa pula aku, tidak punya hak merindukanmu.
Hanya ingin berterima kasih saja, aneh ya.
Tiba-tiba bersyukur kamu pernah menelponku di suatu malam, dan kita pernah tertawa berdua saja
Membicarakan Gema Semesta. Ahmad. Fulan. The Goonies. Pee Wee Gaskins. Meera. Jon Snow. Ika Natassa. Atau masa SMA mu yang kamu lewati mencari gig-gig murah sekedar untuk mendongkrak naik nama band yang kau manageri itu.
Z, aku harap apapun yang kamu laukan sekarang membuatmu setidaknya tidak tersakiti.
Bahagia kata yang berat bukan, untuk orang semacam kita berdua.
Melihatmu yang sudah mengurangi tendensi untuk berbuat hal-hal membahayakan--atau buah dari pemikiran-pemikiran depresifmu--lewat twittermu saja aku sudah senang.
Oh iya, teruslah membuat moodboard dan memotret. Dari dulu aku selalu suka dengan hasil-hasil karyamu.
Teruslah membuat mixtape dan hal-hal yang membuatku jatuh cinta lainnya.
Aku selalu kagum dengan pandangmu yang seluas semesta.
9.12.16
Beberapa hari lagi sampai aku menanggalkan identitas umur tujuh belas.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku masih jatuh cinta pada bulan Desember.
Dan masih menunggu-nunggu tanggal dua puluh, dua satu, dua dua, dua tiga.
Aku senang mengetahui siapa yang masih peduli, masih mau tahu dan masih sempat menyempatkan diri
sekedar mengucapkan, atau memberi bingkisan tangan.
Tahun lalu, aku mendapat banyak kejutan.
Mungkin bisa dibilang, pertama kalinya orang-orang sukses bikin surprise buat gue.
Terimakasih Jasmine, Raudhia, Cica. Langsung nangis seketika.. masih inget banget gue kenapa langsung nangis begitu kalian muncul di dalem kamar gue. Iya, pagi itu gue ditinggal sendirian di rumah. Tanpa hadiah, tanpa kakak-kakak, bahkan Gilang bilang belum tentu bisa ke Bogor karena kerjaan numpuk hari itu. Sempet mikir begini amat gue ultah.. Pas tiba-tiba kalian dateng ya nangis lah. Mengutip Galuh, gaada manusia yang gasuka diberi kejutan.
Fahmi Permana! Desember selalu mengingatkan saya padamu, orang yang ulangtahunnya cuma beda 2 hari. Partner ngomongin segala hal. Geli rasanya nginget-nginget awal masuk SMA sempet kagum gitu sama lo gara-gara lo termasuk senior yang oke banget keliatannya di osis (padahal gue osis juga kagak). Terus tiba-tiba lo nanya-nanya di askfm gue, terus tiba-tiba gue gambling chat lo di line. Ah kocak sih debatin game of thrones, sampe gue maki-maki kebodohan lu perihal cinta (yang udah 2 tahun lewat lu masih terjebak dengan orang yang sama, kan?) Pas lo bilang lo punya kado buat gue dan itu berbau starwars, gue ga nyangka aja hadiahnya bakal segitunya. Gue bahagia asli mi, baru ngerasain segitunya punya sahabat yang niat banget beliin kado yang thoughtful. Asli gue lagi pengen banget crewneck dan lo tiba-tiba muncul di depan rumah gue bawa sweater item gambar darth vader tanpa gue minta sama sekali. I couldn't ask for a better best friend. :)
Galuh Ilham. Sampe bosen nyeritain hadiah dari lo gal, karena se-spesial itu buat gue. Kaset, rilisan 35/100. Pick dengan tanda tanganmu. Doa-doamu. Ya semuanya lah Gal, terimakasih sudah menjadi sosok kakak yang baik untuk saya (dan Uti, tentunya) Sebentar lagi gue pindah Gal, nanti gaada perbincangan jam satu pagi di halaman depan rumah gue lagi ya? sama secangkir kopi yang gue bikin sebisanya, melodi gitarmu yang paling isinya efek rumah kaca. Matamu yang lelah, tapi ceritamu tak kunjung sudah-sudah. Ah, pak menteri. Sibuk banget sih. Ayo kita ngebakso lagi! Favoritmu kan. Atau nemenin lo nonton lagi, lama gak ke Botani kan. Mencet-mencetin tombol di mobil lo lagi. Gamau pulang cepet karena belum larut lagi. Udah buruan lulus.
Ya begitulah, alita selalu suka ulang tahun
dan Desember
:)
Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku masih jatuh cinta pada bulan Desember.
Dan masih menunggu-nunggu tanggal dua puluh, dua satu, dua dua, dua tiga.
Aku senang mengetahui siapa yang masih peduli, masih mau tahu dan masih sempat menyempatkan diri
sekedar mengucapkan, atau memberi bingkisan tangan.
Tahun lalu, aku mendapat banyak kejutan.
Mungkin bisa dibilang, pertama kalinya orang-orang sukses bikin surprise buat gue.
Terimakasih Jasmine, Raudhia, Cica. Langsung nangis seketika.. masih inget banget gue kenapa langsung nangis begitu kalian muncul di dalem kamar gue. Iya, pagi itu gue ditinggal sendirian di rumah. Tanpa hadiah, tanpa kakak-kakak, bahkan Gilang bilang belum tentu bisa ke Bogor karena kerjaan numpuk hari itu. Sempet mikir begini amat gue ultah.. Pas tiba-tiba kalian dateng ya nangis lah. Mengutip Galuh, gaada manusia yang gasuka diberi kejutan.
Fahmi Permana! Desember selalu mengingatkan saya padamu, orang yang ulangtahunnya cuma beda 2 hari. Partner ngomongin segala hal. Geli rasanya nginget-nginget awal masuk SMA sempet kagum gitu sama lo gara-gara lo termasuk senior yang oke banget keliatannya di osis (padahal gue osis juga kagak). Terus tiba-tiba lo nanya-nanya di askfm gue, terus tiba-tiba gue gambling chat lo di line. Ah kocak sih debatin game of thrones, sampe gue maki-maki kebodohan lu perihal cinta (yang udah 2 tahun lewat lu masih terjebak dengan orang yang sama, kan?) Pas lo bilang lo punya kado buat gue dan itu berbau starwars, gue ga nyangka aja hadiahnya bakal segitunya. Gue bahagia asli mi, baru ngerasain segitunya punya sahabat yang niat banget beliin kado yang thoughtful. Asli gue lagi pengen banget crewneck dan lo tiba-tiba muncul di depan rumah gue bawa sweater item gambar darth vader tanpa gue minta sama sekali. I couldn't ask for a better best friend. :)
Galuh Ilham. Sampe bosen nyeritain hadiah dari lo gal, karena se-spesial itu buat gue. Kaset, rilisan 35/100. Pick dengan tanda tanganmu. Doa-doamu. Ya semuanya lah Gal, terimakasih sudah menjadi sosok kakak yang baik untuk saya (dan Uti, tentunya) Sebentar lagi gue pindah Gal, nanti gaada perbincangan jam satu pagi di halaman depan rumah gue lagi ya? sama secangkir kopi yang gue bikin sebisanya, melodi gitarmu yang paling isinya efek rumah kaca. Matamu yang lelah, tapi ceritamu tak kunjung sudah-sudah. Ah, pak menteri. Sibuk banget sih. Ayo kita ngebakso lagi! Favoritmu kan. Atau nemenin lo nonton lagi, lama gak ke Botani kan. Mencet-mencetin tombol di mobil lo lagi. Gamau pulang cepet karena belum larut lagi. Udah buruan lulus.
Ya begitulah, alita selalu suka ulang tahun
dan Desember
:)
Langganan:
Postingan (Atom)
