5.2.17

memories come crashing down on me like waves, they never come one at a time, they always come all at once. They're competing againts each other inside my head. They fight for my attention, which could win the spaces in my head most.

Halo, semester dua.
Malam ini saya teringat orang itu lagi. Dia yang mengisi hari-hari saya, satu semester ke belakang.
Saya masih peduli ternyata
rasanya sakit, banget, perih.
Semesta lucu, setiap hari selalu punya cara buat mengingatkan aku atas eksistensi kamu.
It's killing me, reading your texts. your words. from back then.
It still is.

Tolong, bantu saya benci kamu
lebih dalam daripada ini
daripada kebohongan ini,
rak.

Semoga kamu sehat.

30.1.17

12-23-1995.


"I didn't mean to leave you hanging on
I didn't mean to leave you all alone
I didn't know what to say
I didn't know what to say....."

-Jimmy Eat World, 12.23.1995

Hey, terimakasih untuk playlist barumu, aku menemukan satu lagu baru favoritku.
Lagu yang judulnya sama dengan tanggal ulang tahunku.
Kau tahu tidak, sebenarnya, aku hanya ingin tahu perasaanmu
kepadaku
saat itu.
Sebelum yang buruk-buruk terjadi;
sebelum kamu memilih untuk mundur dan menghitamkan yang sudah mulai berwarna.


Aku memang delusional, ini hanya kebetulan saja kan?

Lagu dengan judul itu,
yang liriknya persis menggambarkan keadaanmu, ku.

Lagi,
saya tetap dan terus mendoakanmu bahagia, Z.

Teruslah.

22.1.17

Kenapa jadi seolah saya yang salah?
Kamu yang bodoh, kita memang bodoh, tapi sebelumnya tidak ada yang salah diantara kita.
It's crystal clear you push me away.
Kemana kamu yang selalu mau berusaha meluruskan yang bercabang-cabang?
Bahkan hanya menanyakan keadaan saja seolah sudah menjadi haram sekarang.

Intensinya sudah berbeda, Z.
Iya saya memang masih sama, perasaan saya padamu tidak akan pernah bisa diubah
tapi saya sudah berhenti dan menyerah
nyatanya melihatmu bahagia bersama dengan orang yang dengan mudahnya menyakitimu
membuatku ikut berbahagia. Ini ter-naif dari sejarah percintaan saya,
tetapi secara bersamaan.. ter..nyata?
Saya benar tersenyum melihatmu bahagia lagi, Z.
Walaupun sepintas masih terbersit jika saja wanita itu aku,
bukan yang sama dengan yang berkali-kali pernah menghancurkanmu dulu.

Kamu tidak pernah menyakitiku,
meninggalkanku.
Akupun sama.
Mungkin doa-ku hanya diaminkan Tuhan, belum saatnya kita bersama.

Sungguh, kapanpun kamu menengok ke belakang, aku masih akan tetap berdiri di sana.
Aku masih akan tetap mengingat caramu tertawa
dan cara matamu berbinar menyala
juga caramu menggenggam jaketmu yang berwarna hitam di tangan kananmu
di bangku depan Institute Francais siang hari itu.

Sejak saat itu, setiap aku ada di sana, kamu yang menjadi asosiasinya

Percakapan-percakapan kita di lobby, setelah filmnya selesai
mengenai Ataris yang kode akan datang ke Indonesia, ingat? Kau sangat bahagia
seperti anak kecil dibolehkan makan cokelat, hahaha
dan aku senang berbincang denganmu.

Bahagia selalu, Ze.

15.1.17

semoga kamu bahagia selalu, Z.

Saya mengingatmu melalui banyak celah udara
yang dihela kemudian dihembuskan kembali
wangi jaketmu yang berwarna hitam mengaliri sukmaku,
aku masih ingat betul bagaimana kelembutannya menusuk indra penciumanku.

Saya mengingatmu melalui hampa tatap yang bertukar di udara,
kala mata kita sama tertuju pada layar yang terletak tak jauh di depan kita
duduk bersebelahan, dan aku belum pernah merasa senyaman itu
bertukar pikiran melalui diam-diam yang menyelimuti seisi ruangan.

Saya mengingatmu melalui senyum tipis, kulit hitam manis, dan kemeja dengan corak-corak yang banyak
pun tawa-tawamu yang menghiasi langkah-langkah kita yang kemana entah
walaupun hanya sebentar tapi gemanya menyemesta
menetap di kepalaku sampai tak tahu, tak ada tenggat waktu.

Saya mengingatmu
kamu tidak perlu.

31.12.16

"Pergilah, kurelakan kau bebas. Aku hanyalah seorang yang kau pilih untuk merawat sayap-sayap patahmu, bukan menemanimu terbang."

Bagiku, pertemuan dengan seseorang yang spesial, jika diibaratkan, mungkin cocok dengan hadir dan menghilangnya kembang api yang sangat besar.

Tentu berbeda setiap insan, tapi polanya tidak jauh berbeda.

Melesat, panas, membara, meledak, dan hilang.

Semenyedihkan apapun rasanya melihat kembang apimu habis termakan udara dan waktu,
kembang api itu tetap akan meninggalkan senyum di wajahku.

Terimakasih 2016,
Terimakasih kembang apiku, Ra.

Ajaranmu terlampau banyak.
Semoga selalu sehat, Tuhan memberkatimu.

21.12.16

excerpt from words that move us up until this day--semoga kamu ingat.

it's not about you, nor your inconsistency. No, it's not about you.
It's about me, again i'm sorry it's always about me..
I'm sad, i'm sad to see those pretty eyes of yours; that eventually potray your feelings to her, even more meaningful than your trembling words.
I'm sad that i know you love her that much. I could see. It's my specialization, remember? i'm majoring in psychology. (sombong)

Well, i don't know either. To be honest, aku juga gatau. Aku bener-bener gatau harus gimana. I don't really care about labels or statuses, they can get the fuck off. All i care about is your feeling, i want to know what state are you standing in.

I could see from your eyes, i could hear from your trembling voice. You do love her, you did, and you still are. The only reason why you never think you're ready is because you don't want to be ready. You expect things to be as good as it was the first time you meet her and (i'm going to sound so judgmental i dont care) believe me, it won't. What concrete things have you done to get yourself prepared to start anew? or haven't you ever think about starting--at all?

If it's for myself, i'm sad because i feel like i don't deserve to be loved by anyone; to make it credible, even after 10 months of relationship with my last ex, he told me he never loved me, ever, and don't think that he could, ever. If you ask me what state i'm standing in right now? I guess i'll answer it with, I don't believe in  love. Love is an illusion that human mind created. BEda sama sayang, aku tau sayang itu gimana rasanya. But love? What is love? gaada. Gaada measurementnya.

Aku mau punya suatu hubungan yang sangat loose, yang riang, yang ga nambah-nambahin beban satu sama lain. "When we manage to love without any expectation, things will get easier."

It's hard, this state, i know. But i've been through it, i got through it. I want to make you happy, let's make each other happy. I want to help you--but the question is, apa kamu udah mau keluar dari labirin yang kamu buat sendiri? Kapan kamu mau siap kalo efffort untuk menyiapkan aja gaada?

Sejujurnya, sebelum ketemu kamu, aku udah males banget sama yang namanya memulai hubungan lagi, apalah itu, Aku males harus drown in jealousy lagi. Harus terikat lagi. Dan ketika sekarang aku memutuskan buat membuka diri aku ke kamu, aku mau lepas dari belenggu itu--kecemburuan, semua keribetan yang menjadi konflik utama sebuah hubungan. Tapi bakal beda ceritanya kalo kamu masih memilih berhenti dan terikat di belenggu milikmu. Aku cuma mau kamu tau aku udah lepas dari belenggu itu.

I'm not asking anything from you. Just your time and our togetherness and your laughter. I'm not keeping you from going, I'm not going anywhere either, Rak. Aku ada disini buat kamu, no matter what situation you're at. Aku sayang kamu.