4.3.18
still my favorite April.
Hi Ze.
It's been a long--very long while since we last met;
it was somewhen in May 2016 if i'm not mistaken?
Because the next meeting was unplanned and unexpected, i was with Gilang after all.
You're always on my mind since then.
Never left and never will.
Last night has been surreal for me, seeing you standing in front of me,
you caught me off guard, you really did.
Maybe it's just me, maybe it's all in my mind, or maybe it's because it was you..
though the fist meeting was short and i didn't even know if you noticed it was me or not,
i'm glad that god gave me another chance to meet and talk to you,
you were alone at the back of the crowd, nothing new.
If you'd only knew, i was shaking, gathering words and courage just to walk myself up to you.
"Hi Ze, sama siapa?" a stupid question for i knew you came with Momo.
"Eh, sama Momo tadi"
your smile is the kind of smile that could make me fall in love with Rossi so instantly.
Isn't it sad and wonderful at the same time,
to know that i haven't changed even a bit, after everything i've been through?
At times i think that the very existence of me annoy you,
that i'm of no important to your life.
But not last night,
i just want you to understand that you too could make an impact on someone,
other than her, Ze.
that there'll always be someone who can accept you just the way you are,
the personality that you bear. Without you have to change anything about it.
Ze, i hope meeting me left something on you.
Just like what you did on me.
I'm happy that you seem to have been put together;
and if last night was the last time i saw you, i'm so thankful for it.
28.2.18
aarkh,
comparing me to your so-called best friend?
best friend? you can kiss my ass.
congratulations on your first valentine love playlist.
best friend? you can kiss my ass.
congratulations on your first valentine love playlist.
20.12.17
This is making me constantly tired. Numb.
I tried not to be sad, i tried.
I'm sorry if what i do makes you hate me even more.
I'm sorry.
I'm sorry that i love you in a wrong way,
i'm sorry.
I'm sorry for being constantly sad, i'm sorry, i'm pathetic, you said so.
I'm sorry, maybe i don't deserve anyone
i don't deserve happiness.
I'm sorry for being me, sorry for interrupting your life way too much.
I just hope the very last present i gave on your birthday made you smile just once.
I'm sorry for existing
I tried not to be sad, i tried.
I'm sorry if what i do makes you hate me even more.
I'm sorry.
I'm sorry that i love you in a wrong way,
i'm sorry.
I'm sorry for being constantly sad, i'm sorry, i'm pathetic, you said so.
I'm sorry, maybe i don't deserve anyone
i don't deserve happiness.
I'm sorry for being me, sorry for interrupting your life way too much.
I just hope the very last present i gave on your birthday made you smile just once.
I'm sorry for existing
12.11.17
A
hidup memang nyatanya hanya serentetan kebetulan-kebetulan
di siang-siang yang kita ada-adakan.
seperti dua gelas kopi susu
atau sepiring cemilan
yang tersaji di meja kita,
suatu siang, di kedai kopi dekat kampus kita.
Hari pertama kita bertemu.
Atau, seperti tawa dan senandung-senandung lagu
yang terdengar sungsang, di mobilmu
entah siang entah malam, sama saja
suaraku lebih merdu daripada milikmu.
Atau mungkin kesempatan yang kita punya
hanya sebatas dua lembar tiket masuk bioskop di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota
yang hanya dua atau tiga puluh menit utuh tersedia.
Aku ingat di sore yang hujannya cukup deras,
di sebuah surau di bilangan Blok M.
Tuhan baik sekali.
sayangnya, mungkin aku dan kamu sama-sama lupa
untuk mendoakan satu sama lain.
di siang-siang yang kita ada-adakan.
seperti dua gelas kopi susu
atau sepiring cemilan
yang tersaji di meja kita,
suatu siang, di kedai kopi dekat kampus kita.
Hari pertama kita bertemu.
Atau, seperti tawa dan senandung-senandung lagu
yang terdengar sungsang, di mobilmu
entah siang entah malam, sama saja
suaraku lebih merdu daripada milikmu.
Atau mungkin kesempatan yang kita punya
hanya sebatas dua lembar tiket masuk bioskop di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota
yang hanya dua atau tiga puluh menit utuh tersedia.
Aku ingat di sore yang hujannya cukup deras,
di sebuah surau di bilangan Blok M.
Tuhan baik sekali.
sayangnya, mungkin aku dan kamu sama-sama lupa
untuk mendoakan satu sama lain.
19.7.17
Turnover.
Sampe di Rossi sekitar jam 3an, sedangkan open gate jam 6. Awalnya mati gaya, soalnya cuma berdua sama Abi (Fandi Grabnya nyasar...) dan dia sangat pendiem jadi gue gabisa bawel-bawel banget :( ini sepatunya Abi, dan stiker pintu depan Rossi.
akhirnya Fandi dan temen-temen Fandi dateng... yang ternyata ada beberapa yang gue kenal juga. Jadi lah berkumpul turnover cabang Kota Bogor!
![]() |
| Joni, Bimo, Rivat, Reggy, dan Satria! |
![]() |
| gak apal, kebanyakan.... |
![]() |
| difoto oleh Fajrin. Ini juga bisa jadi bukti kalo malem itu Vans banyak banget gila. |
![]() |
| Sepatu gue dan sepatu Fandi. Gatau, lucu aja... |
![]() |
| kalo kata Kessa (gitarisnya) nama band doi disingkat jadi 11/12. |
thanks for making my whole month in advance, guys.
i owe you all.
All photos taken by Fujifilm Disposable Fashion 400
10.7.17
been a year or more.
Tell me all your fear,
it's nothing compared to how it feels.
When you slowly fade, won't you stand by me?
Cause what I see is that you're denying,
all the things we meant to be.
It's the perfect cold weather
I just wonder where you were?
It's the perfect cold weather
Do I feel this way alone?
3.7.17
Bahagia mungkin sederhana, yang rumit adalah perjalanan dan usaha-usaha menujunya.
Masa lalu selalu terasa lebih mudah, sesederhana karena kita telah melaluinya.
Dahulu memang rasanya mudah, indah, dan sederhana.
Sesederhana tanganmu yang menggandeng tanganku, di pusat perbelanjaan mana saja, yang letaknya kebanyakan di Selatan Jakarta. Malam-malam yang dilalui mata-mata kita yang sudah lelah tapi enggan menutup hari. Iya, aku rindu.
Aku rindu merasakan hujan sambil bertengkar denganmu. Kita bertengkar mau mendengarkan lagu apa. Kemudian lelah dan berujung aku yang mengalah.
Setiap hari gelap, disaat aku melintasi jalan-jalan tol dari atau menuju Jakarta.. aku selalu diam-diam berdoa, tiba-tiba saja kamu yang sedang duduk fokus menyetir di sebelahku.
Dulu, sederhana, bukan.
Semua sederhana sebelum aku berpikiran kemana-mana.
Pun kamu, sama.
Pilihannya hanya, berpisah dan berlari mengejar mimpimu, atau berdua berjalan pelan tapi entah, ke antah berantah.
Bagaimanapun, kamu tetap menjadi seseorang yang sangat berarti.
Terimakasih.
Sampai jumpa tanggal 8 nanti. :)
Masa lalu selalu terasa lebih mudah, sesederhana karena kita telah melaluinya.
Dahulu memang rasanya mudah, indah, dan sederhana.
Sesederhana tanganmu yang menggandeng tanganku, di pusat perbelanjaan mana saja, yang letaknya kebanyakan di Selatan Jakarta. Malam-malam yang dilalui mata-mata kita yang sudah lelah tapi enggan menutup hari. Iya, aku rindu.
Aku rindu merasakan hujan sambil bertengkar denganmu. Kita bertengkar mau mendengarkan lagu apa. Kemudian lelah dan berujung aku yang mengalah.
Setiap hari gelap, disaat aku melintasi jalan-jalan tol dari atau menuju Jakarta.. aku selalu diam-diam berdoa, tiba-tiba saja kamu yang sedang duduk fokus menyetir di sebelahku.
Dulu, sederhana, bukan.
Semua sederhana sebelum aku berpikiran kemana-mana.
Pun kamu, sama.
Pilihannya hanya, berpisah dan berlari mengejar mimpimu, atau berdua berjalan pelan tapi entah, ke antah berantah.
Bagaimanapun, kamu tetap menjadi seseorang yang sangat berarti.
Terimakasih.
Sampai jumpa tanggal 8 nanti. :)
Langganan:
Postingan (Atom)










